PENGENALAN PROGRAM
SARJANA, MAGISTER, DAN DOKTORAL

Program Sarjana Teknik Mesin Program Sarjana Teknik Dirgantara Program Sarjana Teknik Material
Program Magister Teknik Mesin Program Magister Teknik Dirgantara Program Magister Ilmu dan Teknik Material
Program Doktoral Teknik Mesin Program Doktoral Teknik Dirgantara Program Doktoral Ilmu dan Teknik Material

TEKNIK MESIN

Program Sarjana Teknik Mesin

 

Pada program studi teknik mesin, untuk program reguler, saat ini terdapat satu program sarjana dan dua program pascasarjana (magister dan doktoral). Masing-masing lulusan program bergelar Sarjana Teknik (ST.), Magister Teknik (MT.) dan Doktor (Dr.).

Program sarjana teknik mesin menggunakan sistem satuan kredit semester (SKS), dimana mahasiswa mengemban 144 SKS yang didesain untuk selesai dalam empat tahun perkuliahan. Pada tahun pertama perkuliahan, mahasiswa FTMD menempuh perkuliahan bersama sebagai mahasiswa satu fakultas, atau disebut Tahap Persiapan Bersama (TPB). Setelah tahap TPB terlewati, mahasiswa akan melakukan peminatan kepada ketiga program studi. Untuk kemudian akan dievaluasi oleh tim fakultas dan diarahkan kepada program studi yang sesuai.

Di tahap TPB, mahasiswa FTMD seperti halnya mahasiswa di fakultas lain, akan menerima 36 SKS yang didomanasi oleh mata kuliah dasar seperti Matematika, Fisika, Kimia, Pengantar Rekayasa & Desain. Selain itu, mahasiswa juga sudah mendapatkan tiga mata kuliah dari Fakultas yaitu Pengenalan Teknik Mesin, Material, & Dirgantara serta Gambar Teknik dan Statika Struktur.

Pada tahun kedua dan ketiga, mahasiswa yang masuk ke program sarjana teknik mesin akan menerima mata kuliah dasar dari program studi teknik mesin. Pada umumnya, mahasiswa akan mengambil 36 SKS setiap tahunnya, atau 18 SKS per semester. Namun, pada tahap ini, apabila memenuhi syarat tertentu, mahasiswa dapat mengambil lebih dari 18 SKS per semester. Dalam hal ini konsultasi dan persetujuan dengan Dosen Wali penting untuk dilaksanakan. Mata kuliah diberikan pada tahap ini diantaranya melingkupi materi mengenai gambar & perancangan mesin, dasar-dasar material & struktur, termodinamika & perpindahan panas, serta mekanika fluida. Materi-materi tersebut, sebagian akan diberikan juga melalui kegiatan praktik di laboratorium serta tugas proyek berkelompok.

Pada tahap akhir pendidikannya, mahasiswa akan melakukan kerja praktek di industri. Kemudian, mahasiswa akan melakukan tugas akhir sesuai dengan kelompok keahlian yang diminatinya. Selain daripada itu, mahasiswa juga diperkenankan mengambil mata kuliah pilihan baik di dalam maupun diluar program studi teknik mesin. Pada program studi teknik mesin sendiri terdapat lebih dari 30 mata kuliah pilihan yang dapat diambil untuk menunjang pelaksanaan tugas akhir. Mahasiswa kemudian akan melakukan ujian komprehensif dan sidang tugas akhir untuk melengkapi masa studinya di program sarjana.

 

Program Magister Teknik Mesin

 

Pada umumnya, untuk program magister, mahasiswa menempuh 36 SKS dalam dua tahun perkuliahannya. Berbeda dengan program sarjana, perkuliahan akan didominasi oleh mata kuliah pilihan. Adapun beberapa mata kuliah wajib diantaranya adalah Analisis Teknik. Selain daripada itu, mahasiswa wajib mengambil Tesis setara 6 SKS. Mahasiswa kemudian akan melakukan sidang Tesis untuk melengkapi masa studinya di program magister.

Dalam hal ini calon mahasiswa sangat direkomendasikan untuk mempelajari terlebih dahulu penelitian yang ingin dilakukan. Begitu pula, akan lebih baik lagi apabila telah melakukan komunikasi dengan calon pembimbing tesis atau penelitian. Dengan demikian, mahasiswa dapat merancang mata kuliah pilihan sesuai minat penelitiannya.

 

Program Doktoral Teknik Mesin

 

Pada program doktoral, sistem perkuliahan akan berbeda cukup signifikan dengan program sarjana dan magister. Kendati masih menganut sistem SKS, pada dasarnya selama 3-4 tahun perkuliahan, mahasiswa akan menempuh berbagai mata kuliah yang sangat didominasi oleh nuansa penelitian, misalnya Filsafat Ilmu Pengetahuan, Metodologi Penelitian, hingga Penelitian & Seminar Kemajuan serta Penulisan Makalah Nasional/ Internasional. Adapun disediakan SKS untuk mata kuliah Kapita Selekta dimana mahasiswa dapat memilih mata kuliah tertentu di program studi yang dapat menunjang penelitiannya.

Di akhir tahun pertama, mahasiswa akan melalui Ujian Kualifikasi dimana akan ditentukan kelayakannya untuk melanjutkan program studi doktoral. Dalam hal ini, pada umumnya mahasiswa diharapkan telah melakukan studi literatur secara komprehensif dan mengetahui secara spesifik jalur penelitiannya. Dalam beberapa kasus, mahasiswa juga diharapkan sudah bisa memiliki hasil/ konsep awal dari penelitiannya. Mahasiswa kemudian akan melakukan Ujian Disertasi untuk melengkapi masa studinya di program magister.

Dalam hal ini, calon mahasiswa sangat direkomendasikan untuk mempelajari terlebih dahulu penelitian yang ingin dilakukan. Begitu pula, sangat dianjurkan untuk melakukan komunikasi dengan calon pembimbing penelitian.

TEKNIK DIRGANTARA

Program Sarjana Teknik Dirgantara

 

Pada program studi teknik dirgantara, untuk program reguler, saat ini terdapat satu program sarjana dan dua program pascasarjana (magister dan doktoral). Masing-masing lulusan program bergelar Sarjana Teknik (ST.), Magister Teknik (MT.) dan Doktor (Dr.).

Program sarjana teknik dirgantara menggunakan sistem satuan kredit semester (SKS), dimana mahasiswa mengemban 144 SKS yang didesain untuk selesai dalam empat tahun perkuliahan. Pada tahun pertama perkuliahan, mahasiswa FTMD menempuh perkuliahan bersama sebagai mahasiswa satu fakultas, atau disebut Tahap Persiapan Bersama (TPB). Setelah tahap TPB terlewati, mahasiswa akan melakukan peminatan kepada ketiga program studi. Untuk kemudian akan dievaluasi oleh tim fakultas dan diarahkan kepada program studi yang sesuai.

Di tahap TPB, mahasiswa FTMD seperti halnya mahasiswa di fakultas lain, akan menerima 36 SKS yang didomanasi oleh mata kuliah dasar seperti Matematika, Fisika, Kimia, Pengantar Rekayasa & Desain. Selain itu, mahasiswa juga sudah mendapatkan tiga mata kuliah dari Fakultas yaitu Pengenalan Teknik Mesin, Material, & Dirgantara serta Gambar Teknik dan Statika Struktur.

Pada tahun kedua dan ketiga, mahasiswa yang masuk ke program sarjana teknik dirgantara akan menerima mata kuliah dasar dari program studi teknik dirgantara. Pada umumnya, mahasiswa akan mengambil 36 SKS setiap tahunnya, atau 18 SKS per semester. Namun, pada tahap ini, apabila memenuhi syarat tertentu, mahasiswa dapat mengambil lebih dari 18 SKS per semester. Dalam hal ini konsultasi dan persetujuan dengan Dosen Wali penting untuk dilaksanakan. Mata kuliah diberikan pada tahap ini diantaranya melingkupi materi mengenai dasar-dasar material & struktur pesawat, aerodinamika, astrodinamika, prestasi dan dinamika terbang, serta sistem pesawat udara dan sistem tranasportasi udara. Materi-materi tersebut, sebagian akan diberikan juga melalui kegiatan praktik di laboratorium, seperti Instrumentasi, Pengukuran dan Eksperimen, serta tugas proyek berkelompok, seperti mata kuliah Desain Pesawat Udara dan Analisis/Perancangan Struktur.

Pada tahap akhir pendidikannya, mahasiswa akan melakukan kerja praktek di industri. Kemudian, mahasiswa akan melakukan tugas akhir sesuai dengan kelompok keahlian yang diminatinya. Selain daripada itu, mahasiswa juga diperkenankan mengambil mata kuliah pilihan baik di dalam maupun diluar program studi teknik dirgantara. Pada program studi teknik mesin sendiri terdapat lebih dari 10 mata kuliah pilihan yang dapat diambil untuk menunjang pelaksanaan tugas akhir. Mahasiswa kemudian akan melakukan ujian komprehensif dan sidang tugas akhir untuk melengkapi masa studinya di program sarjana.

 

Program Magister Teknik Dirgantara

 

Pada umumnya, untuk program magister, mahasiswa menempuh 36 SKS dalam dua tahun perkuliahannya. Berbeda dengan program sarjana, perkuliahan akan didominasi oleh mata kuliah pilihan. Adapun beberapa mata kuliah wajib diantaranya adalah Matematika Lanjut dan Metodologi Penelitian. Selain daripada itu, pada program masister teknik dirgantara, terdapat mata kuliah wajib untuk untuk setiap jalur pilihan spesifik yang terkait dengan topik penelitian. Mahasiswa juga wajib mengambil Tesis setara 6 SKS. Mahasiswa kemudian akan melakukan sidang Tesis untuk melengkapi masa studinya di program magister.

Dalam hal ini calon mahasiswa sangat direkomendasikan untuk mempelajari terlebih dahulu penelitian yang ingin dilakukan. Begitu pula, akan lebih baik lagi apabila telah melakukan komunikasi dengan calon pembimbing tesis atau penelitian. Dengan demikian, mahasiswa dapat merancang mata kuliah pilihan sesuai minat penelitiannya.

 

Program Doktoral Teknik Dirgantara

 

Pada program doktoral, sistem perkuliahan akan berbeda cukup signifikan dengan program sarjana dan magister. Kendati masih menganut sistem SKS, pada dasarnya selama 3-4 tahun perkuliahan, mahasiswa akan menempuh berbagai mata kuliah yang sangat didominasi oleh nuansa penelitian, misalnya Filsafat Ilmu Pengetahuan, Metodologi Penelitian, hingga Penelitian & Seminar Kemajuan serta Penulisan Makalah Nasional/ Internasional. Adapun disediakan SKS untuk mata kuliah Kapita Selekta dimana mahasiswa dapat memilih mata kuliah tertentu di program studi yang dapat menunjang penelitiannya.

Di akhir tahun pertama, mahasiswa akan melalui Ujian Kualifikasi dimana akan ditentukan kelayakannya untuk melanjutkan program studi doktoral. Dalam hal ini, pada umumnya mahasiswa diharapkan telah melakukan studi literatur secara komprehensif dan mengetahui secara spesifik jalur penelitiannya. Dalam beberapa kasus, mahasiswa juga diharapkan sudah bisa memiliki hasil/ konsep awal dari penelitiannya. Mahasiswa kemudian akan melakukan Ujian Disertasi untuk melengkapi masa studinya di program magister.

Dalam hal ini, calon mahasiswa sangat direkomendasikan untuk mempelajari terlebih dahulu penelitian yang ingin dilakukan. Begitu pula, sangat dianjurkan untuk melakukan komunikasi dengan calon pembimbing penelitian.

TEKNIK MATERIAL

 

Program Sarjana Teknik Material

 

Pada program studi teknik material, untuk program reguler, saat ini terdapat satu program sarjana dan dua program pascasarjana (magister dan doktoral). Masing-masing lulusan program bergelar Sarjana Teknik (ST.), Magister Teknik (MT.) dan Doktor (Dr.).

Program sarjana teknik material menggunakan sistem satuan kredit semester (SKS), dimana mahasiswa mengemban 144 SKS yang didesain untuk selesai dalam empat tahun perkuliahan. Pada tahun pertama perkuliahan, mahasiswa FTMD menempuh perkuliahan bersama sebagai mahasiswa satu fakultas, atau disebut Tahap Persiapan Bersama (TPB). Setelah tahap TPB terlewati, mahasiswa akan melakukan peminatan kepada ketiga program studi. Untuk kemudian akan dievaluasi oleh tim fakultas dan diarahkan kepada program studi yang sesuai.

Di tahap TPB, mahasiswa FTMD seperti halnya mahasiswa di fakultas lain, akan menerima 36 SKS yang didomanasi oleh mata kuliah dasar seperti Matematika, Fisika, Kimia, Pengantar Rekayasa & Desain. Selain itu, mahasiswa juga sudah mendapatkan tiga mata kuliah dari Fakultas yaitu Pengenalan Teknik Mesin, Material, & Dirgantara serta Gambar Teknik dan Statika Struktur.

Pada tahun kedua dan ketiga, mahasiswa yang masuk ke program sarjana teknik material akan menerima mata kuliah dasar dari program studi teknik material. Pada umumnya, mahasiswa akan mengambil 36 SKS setiap tahunnya, atau 18 SKS per semester. Namun, pada tahap ini, apabila memenuhi syarat tertentu, mahasiswa dapat mengambil lebih dari 18 SKS per semester. Dalam hal ini konsultasi dan persetujuan dengan Dosen Wali penting untuk dilaksanakan. Mata kuliah diberikan pada tahap ini diantaranya melingkupi materi mengenai dasar-dasar mekanika & karakterisasi material, serta pemrosesan pemilihan dan peracangan material. Beberapa materi juga mencakup materi ilmu kimia yang spesifik untuk teknik material seperti halnya kimia fisik, polimer dan elektrokimia. Materi-materi tersebut, sebagian akan diberikan juga melalui kegiatan praktik di laboratorium, seperti mata kuliah Laboratorium Teknik Material yang diberikan dalam tiga semester berbeda, ditambah lagi dengan tugas proyek berkelompok.

Pada tahap akhir pendidikannya, mahasiswa akan melakukan kerja praktek di industri. Kemudian, mahasiswa akan melakukan tugas akhir sesuai dengan kelompok keahlian yang diminatinya. Selain daripada itu, mahasiswa juga diperkenankan mengambil mata kuliah pilihan baik di dalam maupun diluar program studi teknik material. Pada program studi teknik mesin sendiri terdapat lebih dari 20 mata kuliah pilihan yang dapat diambil untuk menunjang pelaksanaan tugas akhir. Mahasiswa kemudian akan melakukan ujian komprehensif dan sidang tugas akhir untuk melengkapi masa studinya di program sarjana.

 

Program Magister Ilmu dan Teknik Material

 

Pada umumnya, untuk program magister, mahasiswa menempuh 36 SKS dalam dua tahun perkuliahannya. Berbeda dengan program sarjana, perkuliahan akan didominasi oleh mata kuliah pilihan. Adapun beberapa mata kuliah wajib diantaranya adalah Struktur dan Sifat Mekanik Material, Karakterisasi Material Lanjut dan Pemilihan dan Perancangan Material. Mahasiswa juga wajib mengambil Tesis setara 6 SKS. Mahasiswa kemudian akan melakukan sidang Tesis untuk melengkapi masa studinya di program magister.

Dalam hal ini calon mahasiswa sangat direkomendasikan untuk mempelajari terlebih dahulu penelitian yang ingin dilakukan. Begitu pula, akan lebih baik lagi apabila telah melakukan komunikasi dengan calon pembimbing tesis atau penelitian. Dengan demikian, mahasiswa dapat merancang mata kuliah pilihan sesuai minat penelitiannya. Jalur penelitiannya secara spesifik dapat fokus ke berbagai area seperti halnya material komposit, material keramik, metalurgi dan topik terkait kegagalan seperti retak dan korosi.

 

Program Doktoral Ilmu dan Teknik Material

 

Pada program doktoral, sistem perkuliahan akan berbeda cukup signifikan dengan program sarjana dan magister. Kendati masih menganut sistem SKS, pada dasarnya selama 3-4 tahun perkuliahan, mahasiswa akan menempuh berbagai mata kuliah yang sangat didominasi oleh nuansa penelitian, misalnya Filsafat Ilmu Pengetahuan, Metodologi Penelitian, hingga Penelitian & Seminar Kemajuan serta Penulisan Makalah Nasional/ Internasional. Adapun disediakan SKS untuk mata kuliah Kapita Selekta dimana mahasiswa dapat memilih mata kuliah tertentu di program studi yang dapat menunjang penelitiannya.

Di akhir tahun pertama, mahasiswa akan melalui Ujian Kualifikasi dimana akan ditentukan kelayakannya untuk melanjutkan program studi doktoral. Dalam hal ini, pada umumnya mahasiswa diharapkan telah melakukan studi literatur secara komprehensif dan mengetahui secara spesifik jalur penelitiannya. Dalam beberapa kasus, mahasiswa juga diharapkan sudah bisa memiliki hasil/ konsep awal dari penelitiannya. Mahasiswa kemudian akan melakukan Ujian Disertasi untuk melengkapi masa studinya di program magister.

Dalam hal ini, calon mahasiswa sangat direkomendasikan untuk mempelajari terlebih dahulu penelitian yang ingin dilakukan. Begitu pula, sangat dianjurkan untuk melakukan komunikasi dengan calon pembimbing penelitian. Jalur penelitiannya secara spesifik dapat fokus ke berbagai area seperti halnya material komposit, material keramik, metalurgi dan topik terkait kegagalan seprti retak dan korosi.