Tentang Kami

Profil

Tentang FTMD

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara bertujuan untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi, wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang teknik mesin, teknik dirgantara, serta teknik material yang unggul, handal dan terkemuka di Indonesia dan dunia serta berperan aktif dalam memajukan dan mensejahterakan bangsa dan negara.

Misi dari FTMD adalah:

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dan pendidikan berkelanjutan di bidang teknik mesin, teknik dirgantara, serta teknik material.
  2. Menjaga kemutakhiran serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan teknik mesin, teknik dirgantara, serta teknik material melalui kegiatan penelitian.
  3. Mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pandangan/wawasan teknologi yang dimilikinya ke masyarakat luas, baik melalui lulusannya, kemitraan dengan industri atau lembaga lain, maupun melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara didirikan pada tahun 2008. Fakultas ini mendapat akreditasi Unggul dari BAN PT serta akreditasi internasional ASIIN dari Jerman. FTMD mengelola program studi sarjana, magister dan doktoral untuk bidang:

  1. Teknik Mesin
  2. Teknik Dirgantara
  3. Teknik Material

Sejarah Perkembangan FTMD ITB

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB berdiri pada tahun 2008. Namun, fakultas ini telah memiliki sejarah yang panjang sebelumnya, dimulai semenjak pertengahan abad ke-20, tepatnya pada tahun 1941.

Periode Technische Hogeschool Bandoeng (1941-1945)

Pada periode ini, institusi sains dan teknologi di Bandung yang saat ini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB) masih bernama Technische Hogeschool (TH) Bandoeng (di bawah Pemerintahan Hindia Belanda). Pada tahun 1941, Program Studi Teknik Mesin didirikan di dalam TH Bandoeng. Program studi ini kemudian berkembang menjadi depatemen sendiri bernama Departemen Teknik Mesin.

Perkembangan Program-Program Studi (1959-2000)

Dua puluh satu tahun setelah berdirinya Program Studi Teknik Mesin, pada tahun 1962, Sub-jurusan Teknik Penerbangan didirikan sebagai salah satu jalur pilihan studi di dalam Departemen Teknik Mesin. Diikuti dengan dibentuknya Kelompok Bidang Keahlian Produksi dan Metalurgi di dalam Departemen Teknik Mesin, pada tahun 1971.

Pada tahun 1973, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB didirikan. Departemen Teknik Mesin adalah salah satu departemen yang berada di bawah naungan FTI ITB bersama Departemen Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Industri, dan Teknik Informatika.

Dua puluh tahun kemudian, berkenaan dengan pesatnya perkembangan industri aviasi Tanah Air saat itu, Rektor ITB mengubah Sub-jurusan Teknik Penerbangan menjadi program studi penuh di luar Teknik Mesin pada akhir tahun 1992. Dengan status yang baru sebagai program studi, Program Studi Teknik Penerbangan bisa menerima Mahasiswa baru secara langsung (tidak melalui Program Studi Teknik Mesin). Selanjutnya, pada tahun 1993, Program Studi Teknik Material didirikan setelah berdirinya Program Magister Ilmu dan Teknik Material satu tahun sebelumnya. Selanjutnya, pada tahun 1997, Program Studi Teknik Penerbangan resmi menjadi departemen tersendiri.

Perkembangan Fakultas dan Program Internasional (2000-Sekarang)

Sampai tahun 2006, program-program studi yang saat ini berada di bawah FTMD ITB: Teknik Mesin, Teknik Material, dan Teknik Penerbangan, masih berada di bawah pengelolaan Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB. Selanjutnya, pada tahun 2008, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB resmi berdiri menjadi fakultas tersendiri, menaungi tiga program studi ini.

Tidak lama setelahnya, angkatan pertama dari program fasttrack, program percepatan yang dapat diambil Mahasiswa untuk memiliki gelar Sarjana dan Magister dalam lima tahun perkuliahan, lulus pada tahun 2009. Sekitar satu dekade setelah berdirinya FTMD ITB, pada tahun 2016, FTMD ITB membuka kelas internasional untuk program studi S1 Teknik Mesin dan Teknik Dirgantara. Mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam kelas internasional ini kian bertambah jumlahnya dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Pada tahun 2017, program studi yang dahulunya dikenal sebagai Teknik Penerbangan berubah nama menjadi Program Studi Teknik Dirgantara, setelah sempat berubah nama sebelumnya menjadi Program Studi Aeronotika dan Astronotika pada tahun 2008. Program studi Teknik Dirgantara saat ini menggunakan notasi singkatan AE dalam pemberian kode mata kuliah. Kode AE ini adalah singkatan dari Aerospace Engineering yang lazim dipakai di seluruh dunia.

Timeline FTMD

1941

Program Teknik Mesin didirikan di Technische Hoogeschool (TH) Bandoeng. Kemudian, diubah menjadi Departemen Teknik Mesin.

1962

Perkembangan Subprogram dan Program di Fakultas.

Subprogram Teknik Penerbangan dibuka.

1973

Fakultas Teknologi Industri diresmikan.

1974

Subprogram Produksi dan Metalurgi dibuka.

1991

Program Teknik Penerbangan diresmikan.

1994

Program Teknik Material diresmikan.

2005

Ekspansi Fakultas dan Sekolah, Internasionalisasi.

Program Teknik Mesin, Teknik Material, Teknik Penerbangan, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Industri dinaungi oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI).

2008

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) didirikan dengan 3 program: Teknik Mesin, Aeronautika & Astronautika, dan Teknik Material.

2009

Lulusan pertama program Fast-Track (dari sarjana ke magister) di FTMD.

2016

Angkatan pertama Kelas Internasional di FTMD.