PROGRAM STUDI SARJANA
TEKNIK DIRGANTARA
Dosen, mahasiswa, hingga lulusan Teknik Dirgantara ITB, selalu terlibat aktif di setiap langkah pengembangan teknologi strategis kedirgantaraan Indonesia selama ini.
Dr. Annisa Jusuf, S.T, M.T.
Ketua Program Studi Sarjana dan Magister Teknik Dirgantara
Fokus utama Program Studi Sarjana Teknik Dirgantara adalah struktur, aerodinamika, mekanika terbang, sistem pesawat dan wahana ruang angkasa, dan sistem transportasi. Lulusan akan memiliki pemahaman yang kuat dan luas terhadap sains teknik dasar dan aplikasinya terhadap Teknik Dirgantara.
Program Sarjana Teknik Dirgantara menggunakan sistem Satuan Kredit Semester (SKS), di mana mahasiswa wajib menyelesaikan 144 SKS yang dirancang untuk ditempuh dalam jangka waktu empat tahun perkuliahan.
Tahun Pertama
Pada semester pertama perkuliahan, mahasiswa FTMD ITB menempuh perkuliahan sebagai satu kelompok fakultas dalam tahap yang disebut Tahap Persiapan Bersama (TPB). Setelah menyelesaikan TPB, mahasiswa akan memilih peminatan pada salah satu dari tiga program studi, yaitu Teknik Mesin FTMD ITB, Teknik Dirgantara FTMD ITB, atau Teknik Material FTMD ITB. Selanjutnya, tim fakultas akan melakukan evaluasi dan menempatkan mahasiswa pada program studi yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
Pada tahun pertama, mahasiswa FTMD ITB, seperti mahasiswa di fakultas lain, akan menempuh total 36 SKS yang terdiri atas mata kuliah sains dasar seperti Matematika, Fisika, Kimia, serta Pengantar Rekayasa dan Desain. Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti tiga mata kuliah pengenalan fakultas -Pengenalan Teknik Mesin, Teknik Dirgantara, dan Teknik Material- serta mata kuliah Gambar Teknik dan Statika Struktur.
Tahun Kedua dan Ketiga
Pada tahun kedua
dan ketiga, mahasiswa yang telah masuk ke Program Sarjana Teknik Dirgantara
FTMD ITB akan menempuh mata kuliah sains rekayasa dasar serta mata kuliah
tingkat lanjut yang menjadi kekhususan bidang teknik dirgantara. Secara umum,
mahasiswa mengambil sekitar 36 SKS setiap tahun atau 18 SKS per semester. Pada
tahap ini, mahasiswa dapat mengambil lebih dari 18 SKS per semester apabila memenuhi
persyaratan tertentu. Oleh karena itu, konsultasi dan persetujuan dari dosen
wali menjadi hal yang sangat penting.
Mata kuliah pada
jenjang ini mencakup materi mengenai Dasar-Dasar Material dan Struktur Pesawat,
Aerodinamika, Astrodinamika, Prestasi dan Dinamika Terbang, serta Sistem
Pesawat Udara dan Sistem Transportasi Udara. Sebagian materi disampaikan
melalui kegiatan praktik di laboratorium, seperti Instrumentasi, Pengukuran,
dan Eksperimen. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti tugas proyek berkelompok,
misalnya mata kuliah Desain Pesawat Udara serta Analisis dan Perancangan
Struktur Ringan.
Tahun Keempat
Pada tahapan akhir program studi, mahasiswa akan melaksanakan kerja praktik di industri sebagai bentuk penerapan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan. Setelah itu, mahasiswa akan mengerjakan tugas akhir sesuai dengan kelompok keahlian yang diminatinya.
Selain itu, mahasiswa diperkenankan mengambil mata kuliah pilihan, baik yang ditawarkan di dalam Program Studi Teknik Dirgantara maupun di luar program studi. Program studi menyediakan lebih dari sepuluh mata kuliah pilihan yang dapat dipilih untuk memperkuat kompetensi dan mendukung pelaksanaan tugas akhir.
Pada penutup studi, mahasiswa akan menjalani ujian komprehensif serta sidang tugas akhir sebagai persyaratan kelulusan dari program sarjana.

