Bandung – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung ( FTMD ITB ) menyelenggarakan kuliah umum dengan topik “Inside GMF: Discover Asia’s Reputable MRO & Your Future Path” yang disampaikan oleh Ir. Andi Fahrurrozi, S.T., M.T., M.B.A., IPU, CEO GMF AeroAsia dan alumni Teknik Dirgantara ITB’97 pada Jumat (5/12/25) di Aula Timur ITB.

Ir. Andi Fahrurrozi, S.T., M.T., M.B.A., IPU, adalah seorang profesional berpengalaman di industri penerbangan. Alumni Teknik Dirgantara ITB’97 ini memulai karirnya di GMF AeroAsia pada tahun 2008, menjabat berbagai posisi di bidang Engineering, Learning Service, dan HR. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, termasuk Sarjana Teknik Dirgantara ITB, Magister Teknik Penerbangan ITB (2002-2004), Certified Business Management, Financial Management, Human Resource Management dari Prasetiya Mulya Business School (2012-2013), dan Master of Business Administration dari Edinburg Business School (2022-2024), Andi Fahrurrozi kini menjabat sebagai CEO GMF AeroAsia, memimpin perusahaan MRO kelas dunia yang berkomitmen memberikan solusi total dengan kualitas dan pengiriman standar global.

Dalam kuliah umum tersebut, Andi Fahrurrozi memaparkan tentang industri MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) yang merupakan salah satu sektor penting dalam industri penerbangan. “Industri penerbangan telah mengubah cara manusia berinteraksi satu sama lain dan dengan planet ini. Industri ini terdiri dari banyak organisasi dan penyedia layanan, termasuk produsen pesawat, maskapai, bandara, otoritas, dan MRO,” ujarnya.

GMF AeroAsia, sebagai perusahaan MRO kelas dunia, berkomitmen untuk memberikan solusi total dengan kualitas dan pengiriman standar global dengan harga yang kompetitif. “Kami juga dapat beradaptasi dengan inovasi pelanggan dan memberdayakan mereka dengan layanan yang disesuaikan,” tambah Andi

Tantangan Besar Industri MRO

Industri MRO diprediksi tumbuh 2,7% setiap tahun hingga 2035, mencapai $156 miliar. Namun, industri MRO menghadapi beberapa tantangan besar yang perlu diatasi untuk memastikan pertumbuhan dan keberlanjutan. Berikut adalah beberapa tantangan utama:

1. Kesenjangan Permintaan dan Kapasitas: Dengan ekspansi armada pesawat di seluruh dunia, permintaan layanan MRO akan meningkat. Namun, kapasitas MRO yang ada saat ini mungkin tidak cukup untuk memenuhi permintaan tersebut, terutama karena kebutuhan layanan MRO yang beragam untuk jenis pesawat baru dan lama.

2. Pertumbuhan Tenaga Kerja yang Dinamis: Industri penerbangan menghadapi kekurangan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan. Kesenjangan ini bervariasi di setiap wilayah, membuat sulit untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja secara efektif.

3. Ketidakpastian Ekonomi dan Tekanan Inflasi: Perubahan ekonomi global menciptakan tantangan baru bagi industri penerbangan. Inflasi yang meningkat membuat sulit untuk menyeimbangkan biaya operasional yang lebih tinggi.

4. Gangguan Rantai Pasokan: Gangguan rantai pasokan yang berkelanjutan karena kekurangan bahan baku mempengaruhi ketersediaan suku cadang dan komponen penting, sehingga mempengaruhi kemampuan layanan pesawat.

Andi juga berbagi tips pengembangan diri untuk membangun karir, yaitu integritas, pola pikir yang bertumbuh, dan networking yang luas. “Integritas berarti menjadi jujur dan memiliki prinsip moral yang kuat. Pola pikir pertumbuhan melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Jaringan membangun koneksi dengan orang-orang yang tepat,” katanya.