FTMD ITB Tampilkan Inovasi dan Peluang Pendidikan di Open House Pendidikan ITB 2025
BANDUNG — Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Open House Pendidikan ITB 2025 pada Sabtu–Minggu, 13–14 Desember 2025, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung. Mengusung tema “Bersama ITB, Menuju Masa Depan Berdampak”, kegiatan ini menjadi wadah bagi calon mahasiswa, orang tua, dan guru untuk memperoleh informasi resmi mengenai program sarjana, jalur masuk, serta arah pengembangan pendidikan ITB ke depan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menarik antusiasme tinggi dengan lebih dari 23.000 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Para pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi mengenai program studi, tetapi juga gambaran langsung tentang riset unggulan, peluang karier lulusan, serta mekanisme seleksi mahasiswa baru ITB.
Salah satu fakultas yang aktif berinteraksi dengan calon mahasiswa adalah Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB. Melalui sesi khusus “Mengenal Lebih Dalam Fakultas dan Sekolah”, FTMD memberikan pemaparan komprehensif mengenai bidang keilmuan dan pengalaman belajar di lingkungan FTMD.
Sesi ini diisi oleh dosen-dosen FTMD, yaitu Abdul Hakim Masyhur, S.T., M.Sc., Ph.D., Ilman Nuran Zaini, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Ibu Indria Herman, Ph.D. Para peserta memperoleh penjelasan mendalam mengenai cakupan keilmuan Teknik Mesin, Teknik Dirgantara, dan Teknik Material, mulai dari kurikulum, riset, hingga prospek karier lulusannya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FTMD ITB, Prof. Dr. Ir. Hermawan Judawisastra, bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Eng. Pandji Prawisudha, yang menegaskan komitmen FTMD dalam mencetak insinyur dan peneliti berdaya saing global.
Selain sesi pemaparan, FTMD juga menghadirkan booth interaktif yang memungkinkan calon mahasiswa berdiskusi langsung dengan dosen dan mahasiswa. Di booth ini, pengunjung memperoleh informasi mengenai berbagai keunggulan pengalaman belajar di FTMD, seperti Program Integrasi Sarjana dan Magister (PISM) yang dapat ditempuh dalam lima tahun, kesempatan internship, double degree, program pertukaran mahasiswa (exchange), serta berbagai kolaborasi internasional.
Booth FTMD juga menampilkan hasil riset dan inovasi mahasiswa yang menarik perhatian pengunjung. Di antaranya adalah Adjustable Scoliosis Brackets karya mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Mesin, serta sepatu berbahan limbah masker hasil inovasi mahasiswa Sarjana Teknik Material. Karya-karya tersebut menunjukkan kontribusi nyata FTMD dalam pengembangan teknologi yang berdampak bagi masyarakat.
Pada Open House Pendidikan ITB 2025 ini, ITB juga memperkenalkan pembaruan sistem admisi untuk Tahun Akademik 2026. Salah satu perubahan utama adalah transformasi Seleksi Mandiri ITB menjadi Seleksi Siswa Unggul (SSU). Jalur SSU dirancang untuk menjaring talenta secara lebih inklusif, mencakup keunggulan akademik maupun nonakademik.
SSU terdiri atas dua skema, yaitu SSU Nontes dan SSU Tes Reguler. Skema nontes ditujukan bagi siswa dengan prestasi akademik, talenta nasional seperti eks-Olimpiade Sains Nasional (OSN), keunggulan di bidang seni, olahraga, budaya, keagamaan, serta jalur afirmasi bagi daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Direktur Penerimaan Mahasiswa ITB, Achmad Syarief, S.Sn., M.S.D., Ph.D., menyampaikan bahwa pembaruan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan proses seleksi yang lebih adil dan berorientasi pada potensi.
“SSU menekankan pada penjaringan siswa dengan potensi dan talenta unggul. Ini adalah jalur prestasi, bukan jalur finansial. Kami ingin memberikan peluang bagi talenta dari seluruh Nusantara agar dapat berkembang melalui pendidikan ITB,” ujarnya.
Melalui Open House Pendidikan ITB 2025, khususnya partisipasi aktif FTMD ITB, diharapkan calon mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai pilihan studi, pengalaman akademik, serta kontribusi nyata ITB dalam membangun masa depan bangsa yang berdampak.