Bandung – Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) kembali mencatat prestasi. Tim Jantera ITB yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Dirgantara 2020; M. Faza Abel J. M, Mutaqin Aryawijaya, dan Yuman Satriyadi berhasil meraih juara satu dan juara favorit pada ajang kompetisi Mechanical & Marine Engineering National Exposition 2022 (MMENE 2022) yang diadakan oleh Departemen Teknik Mesin, Universitas Indonesia (23/10/22). 

Kompetisi MMENE UI 2022 merupakan kompetisi berskala nasional dan diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai universitas dalam negeri. Pada tahun ini, MMENE UI mengusung tema “Reducing Greenhouse Gas Emissions Through Technologies and Various Activities Towards Indonesia’s Low Carbon Scenario”. Terdapat tiga jenis kategori perlombaan dalam kompetisi ini yaitu aircraft innovation, case study, dan maritime innovation. 

Tim Jantera bergabung dalam kategori aircraft innovation dengan mengusung ide Drone RAQTR (Rotary Armed Quad Tilted Rotor) untuk inspeksi fasilitas energi di Ibukota Negara Baru (IKN). Kategori aircraft innovation menantang para peserta untuk membuat desain UAV untuk skenario rendah karbon dalam pembangunan kota cerdas di Indonesia. 

Tim Jantera mengakui bahwa lomba ini sudah dipersiapkan secara matang walau hanya dengan kurun waktu yang singkat. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari masalah yang berhubungan dengan skenario rendah karbon, sesuai dengan tema tahun ini. Mereka tertarik untuk pembuatan drone hemat energi. Ketika diselaraskan dengan pembangunan di IKN, mereka melihat kebutuhan drone yang digunakan untuk inspeksi pada pembangunan fasilitas listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di IKN. Dimana drone yang tersedia di pasaran memiliki cakupan energi yang terbatas, yaitu hanya mampu melakukan satu kali inspeksi untuk satu drone dengan energi yang dimiliki. Dengan demikian, dibutuhkan drone yang mampu mencakup lebih dari satu kali inspeksi dengan kapasitas energi yang dimiliki.

Setelah melewati banyak bimbingan, percobaan, serta pengujian, didapati Drone RAQTR yang mampu menghemat energi sebanyak dua kali lipat dengan drone yang ada di pasaran. Ide brilliant ini kemudian telah dibuat prototipenya dengan skala lebih kecil. 

“Kekompakan tim, ide presentasi yang unik, serta dukungan penuh dari FTMD.” Jelas Ketua Tim Jantera, Yuman Satriyadi (AE 20), ketika ditanya faktor kemenangan tim mereka.

Mulai dari eksekusi ide sampai berhasil membuat prototipe, bukanlah suatu pencapaian yang mudah. Tentunya diperlukan kekompakan tim agar semua bisa diselesaikan secara bersamaan dan tepat waktu. Dukungan penuh dari FTMD serta bimbingan terbaik yang mereka dapatkan dari, Bapak Dr. Yazdi Ibrahim Jenie, S.T, M.T. sangat berperan penting dalam meraih kemenangan mereka kali ini. FTMD juga menyediakan semua sarana dan prasarana yang mereka butuhkan dalam mewujudkan ide ini.