Teknik Dirgantara ITB Saksikan Peluncuran Roket Atlas V dan Pesawat Ruang Angkasa Starliner
Pada Sabtu, 1 Juni 2024, Boeing Indonesia menyelenggarakan siaran langsung peluncuran roket Atlas V dan pesawat ruang angkasa Starliner dari Space Launch Complex-41 di Cape Canaveral Space Force Station, Florida. Acara ini disiarkan melalui atAmerica di Jakarta yang berkolaborasi dengan USAID HEPI dan Forum Dirgantara Muda dengan semangat merayakan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sebagai salah satu mitra USAID HEPI, diundang untuk menyaksikan peluncuran bersejarah ini. Kehadiran 50 para mahasiswa FTMD ITB, yang dikoordinir oleh USAID HEPI dan atAmerica, diundang langsung oleh Country Director USAID HEPI, Abdul Rahman, dan Direktur Boeing Indonesia, Zaid Alami.
Kemitraan antara FTMD ITB dan USAID HEPI ini merupakan bukti komitmen kedua institusi terhadap pengembangan kualitas pendidikan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) di Indonesia. Kemitraan global ini juga memberikan peluang kepada mahasiswa untuk berinteraksi dengan pemimpin industri dan menyaksikan peristiwa-peristiwa bersejarah seperti ini.
Kapsul Boeing Starliner CST-100 (Crew Space Transportation), yang merupakan bagian dari proyek Boeing bersama NASA, dikenal sebagai Crew Flight Test (CFT) atau Commercial Crew Program. Peluncuran ini adalah yang pertama dengan awak kapal menggunakan roket ULA Atlas V untuk mengirim astronaut ke orbit rendah Bumi (LEO). Ini adalah penerbangan ketiga sejak peluncuran pertama pada Desember 2019 dengan dua astronaut, Butch Wilmore dan Suni Williams, yang direncanakan mengorbit Bumi dan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Namun, peluncuran malam itu harus ditunda karena adanya masalah pada saat-saat terakhir menjelang peluncuran. Pada T minus 3 menit 50 detik, pusat kendali misi di Cape Canaveral mendeteksi data konfigurasi sekuen peluncuran yang tidak sesuai.
Meskipun demikian, antusiasme para mahasiswa tetap tinggi hingga menjelang pukul 12 malam. Kehadiran Tony Castilleja, Senior Manager Boeing Space and Launch, yang hadir secara langsung dari Florida untuk berdiskusi dan menjawab pertanyaan para mahasiswa melalui tatap muka online menambah keseruan acara. Para mahasiswa beserta audience lainya berdiskusi serta berbagi wawasan dalam tentang kedirgantaraan dan memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang industri ini.
Zaid Alami, dalam sambutannya, juga memantik semangat kedirgantraan para audience dengan mengungkapkan potensi besar kedirgantaraan di Indonesia. Dengan lebih dari 600 bandara dan landasan udara serta sekitar 800 pesawat terdaftar di Kementerian Perhubungan, Indonesia memiliki peluang besar dalam industri ini. Bentangan geografis Indonesia yang luas, dari Sumatera hingga Papua, memberikan gambaran potensi ini. Jika peta Indonesia dibentangkan di atas peta Eropa, luasnya setara dengan jarak dari Inggris hingga Afganistan. Hal ini menunjukkan potensi besar yang perlu diperhatikan, terutama karena Indonesia diproyeksikan menjadi pasar aviasi terbesar ke-4 di dunia.
Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk menambah pengalaman serta memperluas wawasan, tetapi juga sebagai ajang membangun relasi yang luas dengan alumni, salah satunya Ahmad Arafat Aminullah, Ketua Forum Dirgantara Muda yang merupakan seorang praktisi dalam industri penerbangan dan alumni FTMD ITB. Mereka juga membangun relasi dengan mahasiswa-mahasiswa penerbangan lainnya yang tergabung dalam PN-Indo dan hadir pada acara ini. Melalui acara ini, diharapkan hubungan yang terjalin dapat memperkuat jaringan profesional para mahasiswa di bidang kedirgantaraan dan meningkatkan kolaborasi di masa depan.