FTMD ITB Terima Kunjungan Studi Banding TNI AU untuk Pengembangan Pendidikan Antariksa
Bandung. 29 – 30 Januari 2026 – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD) menerima kunjungan dari Staf Personalia TNI Angkatan Udara (Spersau). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis TNI AU dalam mempersiapkan pengembangan pendidikan antariksa sebagai domain pertahanan di masa depan. Studi Banding ini mengusung tema “Validasi Organisasi Sebagai Momentum Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Antar Satuan Menuju TNI AU Yang Lebih AMPUH”.
Rombongan Spersau dipimpin oleh Paban IV/Bindik Spersau, Kolonel Adm Edy Affandi, M.Sc., bersama lima anggota tim lainnya. Kehadiran delegasi disambut oleh Ketua Program Studi S-1 Teknik Dirgantara ITB, Dr. Ir. Annisa Jusuf, S.T., M. beserta jajaran dosen. Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif yang meliputi paparan kurikulum, diskusi pengajaran, peninjauan fasilitas pendidikan, serta pengumpulan data terkait rencana kebutuhan dan pembinaan pendidikan.
Dalam sambutannya, perwakilan TNI AU menegaskan bahwa perkembangan teknologi antariksa telah menjadikan ruang angkasa sebagai domain strategis baru setelah darat, laut, dan udara. Antariksa dinilai memiliki peran krusial dalam sistem pertahanan modern, mulai dari komunikasi militer, navigasi, penginderaan jauh, hingga sistem pemantauan dan pertahan berbasis satelit. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menekankan bahwa antariksa merupakan masa depan pertahanan nasional, sehingga pembentukan dan penguatan satuan antariksa menjadi prioritas dalam pembangunan kekuatan TNI AU.
Selama dua hari kegiatan, agenda studi banding difokuskan agar TNI AU juga memperoleh wawasan mengenai struktur kurikulum, metode pembelajaran, sistem evaluasi, serta pengembangan karakter mahasiswa yang dapat diadaptasi untuk pendidikan militer. Diskusi ini juga mencakup pengembangan kompetensi teknis dan karakter, yang menjadi aspek penting dalam pendidikan, baik di lingkungan akademik maupun militer.
Selain sesi presentasi dan diskusi, delegasi Spersau melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai fasilitas pendidikan dan laboratorium yang mendukung kegiatan pembelajaran dan riset di bidang dirgantara. Peninjauan ini bertujuan memperoleh gambaran komprehensif mengenai sarana pendukung pendidikan tinggi, termasuk integrasi antara teori, praktik, dan penelitian.
ITB sebagai institusi pendidikan tinggi teknik terkemuka di Indonesia diharapkan dapat memberikan masukan strategis terkait pengembangan silabus pendidikan antariksa di lingkungan TNI AU. Topik pembahasan meliputi prospek karier lulusan, profil dosen dan mahasiswa, capaian penelitian dan publikasi, serta peluang kolaborasi riset di bidang teknologi dirgantara dan antariksa.
Melalui studi banding ini, TNI AU berupaya menyusun langkah konkret dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Penguatan pendidikan antariksa diharapkan tidak hanya mendukung kemandirian pertahanan nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik dan teknologi ruang angkasa.
Kegiatan ditutup dengan sesi pendalaman materi, peninjauan fasilitas, dan diskusi tindak lanjut sebelum rombongan TNI AU kembali ke Jakarta. Selain itu, studi banding ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun ekosistem pendidikan antariksa yang terintegrasi, sekaligus mempererat kolaborasi antara TNI AU dan ITB dalam mendukung kedaulatan serta keamanan nasional di era modern.