FTMD ITB Hadirkan Prof. Takahiro Kondo, Bahas Riset Material Global untuk Carbon Neutrality
Bandung – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) menyelenggarakan kuliah umum dalam rangka program Visiting Academic Leader dengan topik “Fundamental Research on Materials for Carbon Neutrality” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Takahiro Kondo pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang Kerja Bersama, Lantai 1, FTMD ITB.
Prof. Dr. Takahiro Kondo merupakan Professor di University of Tsukuba serta Director of the Hydrogen Boride Research Center. Beliau dikenal sebagai peneliti terkemuka di bidang surface science, nanomaterials, dan chemical physics, dengan berbagai publikasi bereputasi internasional di jurnal seperti Science, Nature Communications, Nature Chemistry, dan Journal of the American Chemical Society.
Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Kondo memaparkan peran penting riset fundamental material dalam mewujudkan target carbon neutrality global. Menurutnya, transisi menuju sistem energi berkelanjutan memerlukan pemahaman mendalam terhadap material pada level atomik dan molekuler.
“Carbon neutrality tidak akan tercapai hanya dengan perubahan kebijakan. Terobosan pada riset material fundamental menjadi kunci untuk menghasilkan teknologi energi bersih yang benar-benar efektif,” ungkap Prof. Kondo.
Ia menjelaskan berbagai topik riset yang tengah dikembangkan, mulai dari material untuk penyimpanan dan transportasi hidrogen, material untuk produksi hidrogen, hingga material untuk pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi bersih. Selain itu, Prof. Kondo juga mengulas mekanisme sintesis metanol dari CO₂ pada permukaan tembaga (Cu) sebagai salah satu pendekatan konversi karbon yang menjanjikan.
Salah satu fokus utama yang menarik perhatian peserta adalah pengembangan material dua dimensi berbasis boron, seperti hydrogen boride (HB) nanosheets dan boron monosulfide (BS) nanosheets. Prof. Kondo menjelaskan bahwa material tersebut memiliki potensi besar dalam aplikasi katalisis, sensor gas, serta adsorpsi dan konversi CO₂.
“Material dua dimensi berbasis boron menunjukkan sifat elektronik dan kimia yang unik, sehingga sangat menjanjikan untuk aplikasi energi dan lingkungan di masa depan,” jelasnya.
Kuliah umum ini berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa FTMD ITB. Berbagai pertanyaan diajukan terkait peluang kolaborasi riset internasional, tantangan pengembangan material berkelanjutan, serta kemungkinan hilirisasi hasil riset fundamental ke skala industri.

Melalui kegiatan Visiting Academic Leader ini, FTMD ITB berharap dapat memperkuat atmosfer akademik dan riset, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dengan institusi internasional dalam pengembangan material maju untuk mendukung agenda carbon neutrality dan pembangunan berkelanjutan.
