Bandung, Selasa, 3 Maret 2026 – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima kunjungan delegasi dari Institute of Science Tokyo (Tokyo Tech), Jepang dalam rangka pembahasan program kerja sama akademik. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional, mulai dari jenjang sarjana, magister, hingga doktoral.

Delegasi Tokyo Tech yang terdiri atas Prof. Nakashima, Prof. Equo Kobayashi, dan Yasuko Ichinose-san disambut hangat oleh jajaran dosen FTMD ITB diantaranya, Dr. Eng. Ir. Ferryanto, S.T., M.T., Dr. Yorina Sarah Francoise Lantang, S.T., M.Eng., Dr. Eng. Gea Fardias Mu’min, S.T., M.T., Dr. Ing. Javensius Sembiring, S.T., M.T., dan Abdul Hakim Masyhur, S.T., M.Sc., Ph.D.

Pertemuan tersebut diawali dengan pengenalan kedua institusi, kemudian pembahasan mengenai program kerja sama yang diajukan oleh Tokyo Tech. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional yang ingin memperluas pengalaman akademik untuk mengikuti program pertukaran dan kolaborasi global yang diadakan Tokyo Tech, yakni Asia Young Scientist and Engineer Advanced Study Program (AYSEAS) dan Academic Course Access Program (ACAP) bersama universitas mitra di Asia.

Prof. Nakashima menjelaskan bahwa ACAP (Academic Course Access Program) merupakan program pertukaran mahasiswa non-gelar yang memungkinkan mahasiswa dari universitas mitra mengikuti perkuliahan reguler di Tokyo Tech selama satu kuartal hingga satu tahun. Melalui program ini, mahasiswa dapat mengambil berbagai mata kuliah di bidang sains dan teknologi serta berinteraksi langsung dengan mahasiswa jepang maupun internasional. Peserta ACAP berstatus sebagai mahasiswa pertukaran dan tetap terdaftar di universitas asalnya. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti kelas bahasa Jepang serta berpotensi memperoleh dukungan beasiswa dari Japan Student Services Organization (JASSO).

Sementara itu, AYSEAS (Asia Young Scientist and Engineer Advanced Study Program) merupakan program kolaborasi internasional jangka pendek yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas di Asia, termasuk Indonesia, Jepang, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Program ini biasanya berlangsung sekitar sepuluh hari di salah satu negara Asia Tenggara. Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti kunjungan industri, diskusi kelompok, pertukaran budaya, serta presentasi hasil diskusi.

Bagi mahasiswa yang tertarik mengikuti program ACAP maupun AYSEAS, informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses pendaftaran dapat diperoleh melalui fakultas, kantor urusan internasional ITB, maupun situs resmi Tokyo Tech di https://www.titech.ac.jp/english/. Mahasiswa juga diharapkan mempersiapkan dokumen akademik serta kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Jepang sebagai bagian dari proses seleksi. Program ini terbuka bagi seluruh mahasiswa aktif (S1, S2, maupun S3). Khusus untuk mahasiswa S1, peserta minimal telah menempuh satu tahun masa studi, serta diwajibkan memiliki sertifikat JLPT (Japanese-Language Proficiency Test) apabila ingin mengikuti program ACAP.

Melalui kerja sama ini, diharapkan mahasiswa FTMD ITB dapat semakin terdorong untuk memanfaatkan peluang program internasional guna memperluas wawasan akademik dan jejaring global, memahami perkembangan teknologi dan industri di berbagai negara Asia, serta meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya dengan mahasiswa dan institusi dari berbagai negara.