Bandung – Alumni Teknik Mesin Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2006, Yuda Satrio Sutrisno, saat ini berkarir sebagai Lead Maintenance Engineer Area C4 & Derivative di Saudi Aramco Total Refining and Petrochemical (SATORP) yang berlokasi di Jubail, Arab Saudi.

Dalam pekerjaannya, Yuda bertanggung jawab menjaga keandalan (reliability) dan ketersediaan (availability) peralatan mekanikal di kilang, terutama peralatan berputar seperti kompresor, turbin, dan pompa yang menjadi komponen vital dalam operasi industri migas.

Ia kerap mengibaratkan pekerjaannya sebagai “dokter untuk mesin kilang”, karena perannya mencakup analisis kondisi peralatan, pencegahan kerusakan, hingga memastikan proses perbaikan berjalan tepat dan aman. Dalam industri dengan tingkat risiko tinggi, kegagalan pada satu peralatan utama dapat berdampak pada gangguan produksi yang besar. Oleh karena itu, ketepatan analisis teknis dan pemahaman sistem menjadi kunci dalam pekerjaannya.

Fondasi Ilmu FTMD yang Menjadi Kunci Utama

Dalam menjalankan tugasnya, Yuda menegaskan bahwa seluruh pekerjaannya sangat bertumpu pada fondasi ilmu yang diperoleh selama studi di FTMD ITB.

Beberapa bidang ilmu yang paling banyak ia gunakan antara lain:

  • Mekanika Fluida, untuk memahami karakteristik aliran pada pompa dan kompresor
  • Termodinamika, untuk menganalisis sistem energi dan proses di kilang
  • Getaran dan Dinamika Mesin, untuk condition monitoring dan predictive maintenance
  • Ilmu Perawatan Mesin, untuk membangun pola pikir preventive dan reliability engineering

Menurutnya, ilmu tersebut tidak hanya digunakan secara langsung, tetapi juga membentuk cara berpikir seorang engineer: sistematis, berbasis data, dan mampu memecah masalah kompleks menjadi bagian yang dapat dianalisis.

Salah satu pengalaman penting dalam kariernya adalah saat menangani proyek Turn Around Maintenance untuk Dry Gas Seal Changeout pada tujuh centrifugal compressor dalam waktu 40 hari. Saat itu, ia bekerja sebagai Field Service Engineer (FSE). Dalam kondisi keterbatasan personel dan tekanan waktu yang tinggi, kemampuan analisis teknis, pengambilan keputusan berbasis data, serta pemahaman mendalam terhadap sistem mesin menjadi faktor penting dalam keberhasilan pekerjaan.

Yuda juga menekankan bahwa pengalaman di FTMD ITB tidak hanya sebatas teori, tetapi juga terbentuk melalui:

  • Proyek dan praktikum yang melatih problem solving berbasis data
  • Kerja kelompok yang membangun komunikasi dan koordinasi tim
  • Deadline ketat yang melatih manajemen waktu dan ketahanan kerja

Menurutnya, kombinasi pengalaman tersebut membentuk kesiapan seorang engineer untuk menghadapi realitas industri yang tidak selalu terstruktur.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan di dunia profesional tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik. Ia mengaku bukan lulusan dengan IPK tinggi dan menyelesaikan studi dalam waktu enam tahun, namun hal tersebut tidak menghambat perjalanan kariernya di industri global. Ia berpegang pada prinsip untuk tetap rendah hati dan terus belajar, membangun reputasi melalui konsistensi dan keandalan kerja, serta berani mengambil inisiatif untuk berkembang di luar zona nyaman. Menurutnya, kemampuan untuk terus belajar dan bersikap konsisten jauh lebih menentukan dibandingkan latar belakang akademik semata.

Perjalanan karir Yuda Satrio Sutrisno menunjukkan bagaimana fondasi keilmuan yang kuat dari FTMD ITB dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia profesional. Ilmu yang dipelajari tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi cara berpikir yang sistematis, adaptif, dan berbasis data saat diterapkan di industri global. Kisah ini menjadi pengingat bagi mahasiswa FTMD bahwa proses belajar, konsistensi, serta kemauan untuk terus berkembang adalah kunci dalam membangun kontribusi dan kesiapan menghadapi tantangan sebagai seorang engineer di dunia profesional.