* Prof. Dr. Hari Muhammad bersama Mr. Yoshinobu Watanabe meresmikan ITB de Labo

BANDUNG, itb.ac.id – Peran industri dalam kegiatan perkuliahan dan ko-kurikuler memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di industri serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh di industri. Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) meresmikan Laboratorium “ITB de Labo” hasil kerjasama antar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB dengan Nakayama Iron Works, Ltd (NIW), Jumat (14/2/2020).

ITB de Labo merupakan laboratorium pertama yang dikembangkan oleh NIW di luar Jepang. Laboratorium yang berlokasi di salah satu ruangan di FTMD ini diresmikan oleh Dekan FTMD, Prof. Dr. Hari Muhammad bersama Mr. Yoshinobu Watanabe, Vice Director Product Development NIW. Peresmian ITB de Labo ini juga disaksikan langsung oleh Presiden Direktur NIW beserta staf di Jepang melalui teleconference, dan dihadiri oleh staf NIW, staf dosen FTMD yang terlibat dalam pengembangan laboratorium tersebut.

Salah satu kegiatan yang akan dilakukan di ITB de Labo adalah mendukung NIW dalam membuat model CAD 3D berbagai produk mereka melalui konversi dari gambar 2D. Proses pembuatan model 3D akan dibimbing oleh NIW dan dibantu oleh staf dosen FTMD, FTI – Teknik Fisika, dan Fisika – FMIPA. Untuk menunjang kegiatan itu, ITB de Labo memiliki fasilitas empat komputer berspesifikasi tinggi yang telah dilengkapi dengan perangkat lunak CAD Solidworks 2019 dan 3D printer.

Guru Besar FTMD Prof. Ir. Andi Isra Mahyuddin, Ph.D., mengatakan selama ini NIW memang sudah menerima mahasiswa magang dari ITB, namun harus ke Jepang. Dengan hadirnya laboratorium ini bisa memperbesar kemungkinan bagi mahasiswa yang sedang mengambil kuliah pun untuk ikut magang, mereka bisa menyesuaikan jadwal kegiatan di laboratorium dengan jadwal kegiatan akademik. Prof. Andi melanjutkan, karena industri membuka fasilitas laboratorium di kampus, pekerjaan-pekerjaan untuk mahasiswa magang akan dikirim dari Jepang, kemudian dikerjakan di laboratorium tersebut.

Lebih lanjut ia berharap, melalui peresmian laboratorium tersebut bisa memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar terlibat langsung dengan pekerjaan industri, karena pengenalan dini terhadap industri ini sangat baik untuk karier lulusan. “Pengalaman mahasiswa di industri ini bisa menjadi nilai tambah bagi mereka setelah lulus nanti,” ujarnya.

Dekan FTMD, Prof. Dr. Hari Muhammad menyampaikan, kehadiran laboratorium ITB de Labo merupakan tahap awal kerjasama antara NIW dan ITB yang diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan kegiatan kerjasama lebih lanjut, terutama dalam riset dan pengembangan produk serta peningkatan kapasitas industri nasional melaui program kerjasama tripartit. Selain mendapat SKS kuliah, mahasiswa magang juga akan mendapatkan insentif dari NIW. Untuk menunjang kinerja mahasiswa magang, ITB de Labo juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti microwave, coffee maker, kulkas, dll.

“Kita sangat berterima kasih kepada Nakayama atas peresmian ITB de Labo ini. Saya pikir ini merupakan kali pertama industri menempatkan peralatan fasilitasnya di kampus ini. Kita berharap banyak mahasiswa bisa bekerja di lab tersebut, dan topik-topik pekerjaan bisa ditetapkan oleh Nakayama. Kemudian harapannya, semoga hubungan antara ITB dan Nakayama bisa semakin erat untuk kedepannya,” ungkap Prof. Hari Muhammad.

Sebagai informasi, NIW adalah perusahaan yang berpusat di prefektur Saga, Jepang dan telah berdiri dari tahun 1908. NIW bergerak di bidang perancangan dan pembuatan mesin industri, seperti mesin penghancur batu (crusher), mesin remediasi tanah (soil remediation machines), serta alat yang dibutuhkan dalam sistem pembangkit listrik seperti turbin air. Kerjasama antar ITB-NIW sudah berlangsung kurang lebih tujuh tahun, tidak hanya dengan FTMD, tapi juga dengan FMIPA lain.

Reporter : Adi Permana