Kuliah Tamu FTMD ITB: Arcandra Tahar Bahas Design Thinking dalam Pengembangan Buoyant Tower
Jatinangor – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) menyelenggarakan Kuliah Tamu bertajuk Lesson from Industry: “Design Thinking Process of Buoyant Tower” pada Rabu, 15 April 2026 di Gedung GKU 2, Kampus ITB Jatinangor. Kegiatan ini menghadirkan Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D. sebagai narasumber yang merupakan mantan Wakil Menteri ESDM Republik Indonesia periode 2016 – 2019.
Kegiatan ini ditujukan khusus bagi mahasiswa tingkat awal sebagai bagian dari penguatan pemahaman terhadap proses perancangan teknik yang akan digunakan dalam tugas besar. Melalui sesi ini, Pak Arcandra membagikan pengalaman industri terkait proses perancangan teknologi Buoyant Tower dengan menggunakan pendekatan design thinking yang dikembangkan oleh Stanford D.School.
Dalam pemaparannya, Pak Arcandra menjelaskan tahapan design thinking mulai dari empathize, define, ideate, prototype, hingga test, dengan studi kasus pengembangan teknologi Buoyant Tower untuk fasilitas pengeboran dan produksi lepas pantai.
Pada tahap empathize, dijelaskan berbagai tantangan nyata yang dihadapi di industri, khususnya dalam pengembangan fasilitas pengeboran dan produksi lepas pantai. Sistem yang dirancang harus bisa dipindahkan jika diperlukan, tetap aman dalam kondisi ekstrem seperti gempa besar, serta dapat dibangun dalam waktu yang terbatas. Selain itu, metode pemasangan juga harus efisien dengan dukungan kapal yang minimal. Kondisi perairan yang relatif dangkal, kapasitas produksi yang tidak terlalu besar, serta faktor biaya juga menjadi pertimbangan utama.
Selanjutnya, pada tahap define dan ideate, solusi mulai dirancang dengan menggabungkan dua teknologi, yaitu Cell Spar dan Compliant Tower, yang kemudian melahirkan konsep Buoyant Tower. Cell Spar memiliki keunggulan pada desainnya yang sederhana dan mudah dibuat, sementara Compliant Tower memiliki pergerakan yang lebih stabil karena terhubung ke dasar laut. Kombinasi keduanya menghasilkan sistem yang lebih fleksibel dan efisien.
Pada tahap prototype, dijelaskan bahwa Buoyant Tower merupakan struktur yang dipasang di dasar laut dan digunakan untuk kegiatan pengeboran serta produksi di perairan dangkal. Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan, seperti dapat dipindahkan, fleksibel untuk berbagai kebutuhan produksi, serta dapat dilengkapi dengan penyimpanan minyak. Selain itu, biaya pembangunannya relatif lebih rendah, tidak memerlukan fasilitas tambahan seperti kapal penyimpanan, dan lebih mudah dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Terakhir, pada tahap test, dilakukan pengujian menggunakan perangkat lunak teknik seperti ANSYS dan ABAQUS. Analisis ini menggunakan data kondisi tanah untuk memastikan desain yang dibuat cukup stabil dan aman. Hasilnya menunjukkan bahwa desain Buoyant Tower mampu memberikan kestabilan yang baik, baik secara vertikal, horizontal, maupun rotasi, sehingga dapat bekerja dengan optimal di lapangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan penerapan design thinking dalam pengembangan teknologi di industri energi, sekaligus memahami bagaimana pendekatan rekayasa yang sistematis menghasilkan solusi yang relevan dan aplikatif. Pembelajaran ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menyusun pola pikir yang lebih terstruktur untuk pengerjaan tugas besar.
FTMD ITB melalui kegiatan Lesson from Industry terus berupaya menghadirkan pengalaman pembelajaran yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik nyata di dunia industri, sehingga mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan di bidang teknik dan rekayasa.