Bandung – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima kunjungan Thales Group pada Rabu (8/7/2026) untuk membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan talenta. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar dan International Relations Office (IRO) ITB, dengan fokus pada penguatan sinergi antara dunia industri dan akademik, khususnya di lingkungan FTMD ITB.

Dalam pertemuan tersebut, Thales Group diwakili oleh Guilhem Garrel selaku Strategy and Marketing Manager – Indonesia, Yose Rakhmat selaku IS/IT Digital & Data Manager, serta Dhimaz Galang selaku Business Development – Defense Mission System. Delegasi diterima dengan hangat oleh FTMD ITB yang diwakili Dr. Eng. Ir. Gea Fardias Mu’min, S.T., M.T. dan Dr. Eng. Ir. Firman Bagja Juangsa, S.T., M.Eng. untuk mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara kedua institusi.

Dalam diskusi, Thales Group menyampaikan ketertarikannya untuk membangun kerja sama yang lebih erat dengan FTMD ITB melalui berbagai kegiatan akademik dan profesional. Beberapa peluang kolaborasi yang dibahas meliputi penyelenggaraan guest lecture dan sesi berbagi wawasan industri, program magang bagi mahasiswa Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Dirgantara, hingga keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam proyek, kegiatan riset, serta pengembangan inovasi teknologi.

Selain pengembangan sumber daya manusia, Thales Group juga menunjukkan minat terhadap berbagai laboratorium riset yang dimiliki FTMD ITB sebagai potensi kolaborasi jangka panjang. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan teknologi masa depan.

Perwakilan Thales Group turut memperkenalkan profil perusahaan sebagai salah satu perusahaan teknologi global dengan sekitar 83.000 karyawan di 68 negara yang memiliki fokus kuat pada Research and Development (R&D) di sektor sipil dan pertahanan, termasuk teknologi kedirgantaraan.

Dalam konteks tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi bersama GMF AeroAsia di bidang teknik dirgantara, pemeliharaan pesawat, riset, dan implementasi teknologi industri sebagai langkah membangun sinergi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan industri.

Sebagai langkah awal, kedua belah pihak sepakat untuk memulai kerja sama melalui kegiatan yang berorientasi pada pengembangan mahasiswa dan penguatan hubungan akademik, seperti kuliah tamu, kegiatan berbagi pengalaman industri, dan program magang. Ke depan, kerja sama diharapkan dapat berkembang menuju kolaborasi riset yang lebih luas, termasuk peluang pengembangan inovasi di bidang Artificial Intelligence (AI) dan teknologi masa depan.

Melalui pertemuan ini, FTMD ITB kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring kemitraan dengan industri global guna memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, memperkuat ekosistem riset, serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di masa depan.