Bandung, 10 Agustus 2026 — Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima hibah Sistem Bedah Robotik da Vinci Si dari RS Bundamedik. Serah terima hibah ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Institut Teknologi Bandung, PT Bundamedik Tbk, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam penelitian, pengembangan, serta penguatan kemandirian teknologi alat robotik medis nasional.

Kegiatan dihadiri oleh jajaran FTMD ITB, PT Bundamedik Tbk, dan Kementerian Kesehatan RI. Dari FTMD ITB hadir Prof. Dr. Ir. Hermawan Judawisastra, M.Eng. selaku Dekan FTMD ITB; Ir. Rianto Adhy Sasongko, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya; Prof. Ir. Andi Isra Mahyuddin, Ph.D.; Prof. Ir. Rachman Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.; Ir. Indrawanto, M.Eng., Ph.D.; Dr.Eng. Ferryanto, S.T., M.T.; Dr. Budi Heryadi, S.T., M.T.; ; Ir. Vani Virdyawan, S.T., M.T., Ph.D.; serta Dr. Eng. Ir. Gea Fardias Mu’min, S.T., M.T. selaku Koordinator Kemitraan FTMD ITB.

Dari PT Bundamedik Tbk hadir Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM., MMIS., MBA., FRANZCOG., Sp.OG. selaku Komisaris Utama BMHS dan Dr. Agus Heru Darjono selaku Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk, beserta jajaran. Sementara dari Kementerian Kesehatan RI hadir dr. Yanti Herman, S.H., MH.Kes., Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, serta dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan. Turut hadir Ir. Agus Tjahjana Wirakusumah, S.E., M.Sc., IPU, Ketua Komite Nasional Teknologi Robotik Bidang Kesehatan.

Hibah da Vinci Si untuk Pengembangan Robotik Medis

Sistem Bedah Robotik da Vinci Si merupakan teknologi robotic-assisted surgery yang memungkinkan dokter mengendalikan instrumen robot melalui konsol dengan dukungan visualisasi tiga dimensi. Sistem ini dirancang untuk membantu prosedur bedah minimal invasif melalui instrumen yang memiliki fleksibilitas dan presisi tinggi.

Bagi FTMD ITB, hibah ini tidak hanya menambah fasilitas, tetapi menjadi platform pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi robotik medis. Perangkat tersebut dapat dipelajari dari perspektif rekayasa, mulai dari mekanisme dan kinematika hingga sistem kontrol, teleoperation, instrumentasi, serta interaksi manusia dan robot.

Pemanfaatannya akan didukung oleh Tim Robotik FTMD ITB, yang memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi robotika dan soft robotics untuk aplikasi kesehatan. Tim ini antara lain melibatkan Prof. Ir. Andi Isra Mahyuddin, Ph.D.; Ir. Indrawanto, M.Eng., Ph.D; Dr.Eng. Ferryanto, S.T., M.T.; Ir. Vani Virdyawan, S.T., M.T., Ph.D.; dan Dr. Budi Heryadi, S.T., M.T.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memanfaatkan sistem da Vinci Si sebagai sarana untuk mempertemukan kebutuhan klinis dengan pendekatan rekayasa. Keberadaan perangkat ini juga membuka peluang penelitian lebih lanjut dalam pengembangan sistem robotik medis, termasuk mekanisme, kontrol gerak, teleoperation, simulasi, dan teknologi pendukung prosedur medis.

Serah Terima dan Kunjungan Laboratorium

Setelah prosesi penyerahan simbolis hibah dan sesi foto bersama, rombongan mengunjungi Laboratorium Teknik Produksi FTMD ITB untuk melihat langsung Sistem Bedah Robotik da Vinci Si. Dalam kunjungan tersebut, tim FTMD memperkenalkan perangkat sekaligus menjelaskan peluang pemanfaatannya untuk kegiatan pendidikan dan penelitian.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas pemanfaatan perangkat dan peluang pengembangan kolaborasi di bidang robotik medis, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama.

Hibah Sistem Bedah Robotik da Vinci Si menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset teknologi kesehatan di Indonesia. Kehadiran perangkat ini di FTMD ITB diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan riset dan inovasi robotik medis, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan tenaga kesehatan menuju kemandirian teknologi kesehatan nasional.