BANDUNG, ftmd.itb.ac.id – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima kunjungan Monash University dan Australia-Indonesia Centre (AIC) pada Selasa (22/9/2026) di Ruang Seminar Lantai 2 FTMD ITB. Pertemuan ini menjadi bagian dari diskusi awal mengenai pengembangan konsep Rebana Advanced Manufacturing Testing Facility serta peluang kolaborasi antara FTMD ITB, Monash University, dan AIC.
Pertemuan dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Hermawan Judawisastra, M.Eng., Prof. Dr. Ir. Ari Darmawan Pasek, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Andi Isra Mahyuddin, Ir. Satrio Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr.-Eng. Ir. Ferryanto, S.T., M.T., Dr.Eng. Ir. Gea Fardias Mu’min, S.T., M.T., Ir. Vani Virdyawan, S.T., M.T., Ph.D., dan Dr. Eng. Achmad Rofi Irsyad, S.T., M.Eng. dari FTMD ITB. Sementara itu, Monash University dan AIC diwakili oleh Prof. Aijun Huang, Kevin Evans selaku Director for the Australia-Indonesia Centre, Nathalia Marthaleta selaku Senior Program Manager AIC, serta Monica Sylvia selaku Program Officer AIC.
Rebana Advanced Manufacturing Testing Facility merupakan konsep fasilitas pengujian manufaktur maju yang tengah dikembangkan Monash University bersama Australia-Indonesia Centre (AIC) untuk mendukung pengembangan industri di Kawasan Rebana Metropolitan.
Dalam pertemuan tersebut, FTMD ITB dan kedua pihak membahas peluang keterlibatan ITB dalam pengembangan fasilitas, khususnya melalui kolaborasi riset, pengujian material, teknologi manufaktur maju, serta pengembangan sumber daya manusia. Monash University berperan sebagai technical design lead, sementara AIC mendukung pengembangan proposal dan tata kelola fasilitas. Diskusi ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi dalam memperkuat ekosistem manufaktur maju di Indonesia.
Pembahasan ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara FTMD ITB, Monash University, dan AIC. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi manufaktur maju sekaligus memperkuat kapasitas riset dan sumber daya manusia untuk menjawab kebutuhan industri di Kawasan Rebana Metropolitan dan Indonesia.