Bandung, itb.ac.id – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) turut berpartisipasi dalam kegiatan Temu Mitra Industri 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB di Aula Barat ITB Kampus Ganesha pada Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi ITB dan mitra industri untuk berdiskusi mengenai penguatan mutu pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta peningkatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Sebagai salah satu fakultas yang memiliki keterkaitan erat dengan dunia industri, FTMD ITB turut berpartisipasi dalam kegiatan ini melalui booth fakultas yang menjadi sarana untuk memperkenalkan program akademik, kegiatan riset, laboratorium, serta berbagai peluang kerja sama kepada para mitra industri.

Booth FTMD ITB diwakili oleh Dr. Eng. Gea Fardias Mu’min, S.T., M.T., dan Dr. Eng. Ir. Firman Bagja Juangsa, S.T., M.Eng. serta staf kemitraan FTMD yang berdiskusi langsung dengan perwakilan perusahaan mengenai potensi kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi.

Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan Karier ITB, Prof. Ir. Ardiyan Harimawan, S.T., M.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk memperoleh masukan langsung dari industri mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini maupun di masa mendatang. Melalui dialog yang terbuka, ITB berupaya membangun sinergi yang lebih erat antara pendidikan tinggi dan industri dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., menekankan pentingnya keterlibatan industri dalam proses pengembangan pendidikan. Menurutnya, perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran agar mampu menjawab kebutuhan masa depan.

Bagi FTMD, kolaborasi dengan industri memiliki peran yang sangat penting mengingat karakteristik bidang ilmu yang erat kaitannya dengan penerapan teknologi di dunia nyata. Masukan dari industri dapat menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum, penyelenggaraan program magang, kolaborasi penelitian, hingga penyusunan proyek-proyek pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.

Selain membahas pengembangan kurikulum, forum ini juga mengangkat berbagai isu terkait kebutuhan kompetensi lulusan. Perwakilan industri dari berbagai sektor berbagi pandangan mengenai pentingnya penguasaan kompetensi teknis, kemampuan pemecahan masalah, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, serta penguatan keterampilan interpersonal dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja yang terus berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satuan Penjaminan Mutu ITB, Prof. Dr.Eng. Suprijadi, M.Eng., memaparkan pentingnya integrasi masukan industri dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Pendekatan tersebut dilakukan melalui berbagai mekanisme, seperti tracer study, employer survey, advisory board, hingga kolaborasi riset dan program magang yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual.

Partisipasi FTMD dalam Temu Mitra Industri 2026 sejalan dengan komitmen fakultas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri dan perkembangan teknologi global. Melalui forum seperti ini, FTMD terus memperkuat jejaring dengan berbagai mitra industri guna membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Ke depan, sinergi antara FTMD, ITB, dan dunia industri diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan industri nasional maupun internasional.