JAKARTA, ftmd.itb.ac.id – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Yayasan Solidarity Forever (YSF) meluncurkan Program BEYOND 150 pada Senin (19/10/2026) di Lantai 12, ITB Jakarta. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi ITB menuju 4th Generation University dan mencapai target peringkat 150 besar dunia dalam QS World University Rankings melalui penguatan ekosistem riset, pengembangan talenta pascasarjana, serta perluasan kolaborasi akademik dan industri.

Sambutan Dekan FTMD ITB
Sambutan Rektor ITB
Sambutan Ketua YSF

Acara diawali dengan sambutan Dekan FTMD ITB, Prof. Dr. Ir. Hermawan Judawisastra, M.Eng., dilanjutkan dengan sambutan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dan Ketua YSF, Ir. Susilo Siswoutomo. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ir. Satrio Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D., turut memaparkan program BEYOND 150 serta arah pengembangannya dalam mendukung penguatan riset dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan ITB.

Pemaparan Program BEYOND150
Pemaparan oleh Ir. Satrio Wicaksono

Melalui BEYOND 150, FTMD ITB dan YSF mendorong pengembangan lingkungan riset yang berkelanjutan, peningkatan kualitas mahasiswa pascasarjana, serta penguatan jejaring kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional. Dukungan pendidikan melalui beasiswa juga menjadi bagian penting dalam pengembangan talenta. Hal ini tercermin dalam sesi testimoni penerima beasiswa, yaitu Lintang Nugrahaning Mukti, penerima beasiswa magister (S2), dan Roby Pratama Sitepu, penerima beasiswa doktor (S3).

Roby Pratama Sitepu & Lintang Nugrahaning Mukti

Pengembangan riset dalam program ini turut diarahkan agar semakin relevan dengan kebutuhan industri dan mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan. Untuk membahas peluang tersebut, acara menghadirkan sesi talkshow mengenai kolaborasi akademik dan industri yang dimoderatori oleh Novel Tjahjadi (M’91). Panel diskusi melibatkan Dekan FTMD ITB, Dr. Prima Kharisma dari PT Pindad (Defend ID), Henry Setiawan (M’91) dari PT Astra Nippon Gasket Indonesia, serta Ir. Susilo Siswoutomo selaku Ketua YSF.

Diskusi menyoroti tantangan pengembangan teknologi di industri, mulai dari kebutuhan rekayasa khusus di berbagai sektor hingga pentingnya memastikan hasil penelitian dapat diterapkan dalam proses industri yang memiliki persyaratan dan regulasi ketat. Dari pembahasan tersebut, muncul penekanan pada pentingnya menentukan topik riset yang relevan, aplikatif, serta memiliki peluang untuk dikembangkan dan dikomersialisasikan.

Dekan FTMD ITB juga menyoroti upaya fakultas dalam memperluas hubungan dengan industri melalui berbagai kegiatan dan program yang telah berjalan. Salah satunya adalah Pusat Riset dan Inovasi Energi, Material, Manufaktur, dan Transportasi Berkelanjutan (RIEM2TB), yang menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara keahlian akademik dan kebutuhan industri. Melalui BEYOND 150, upaya tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan arah program yang semakin terintegrasi dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari peluncuran, acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama yang melibatkan perwakilan komunitas alumni, yaitu Farhan Muhammad (M’99) dari IAM, Putra Pradipta (PN’03) dari IAP, serta perwakilan KAM. Penandatanganan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan dan keterlibatan alumni dalam pengembangan program.

Melalui peluncuran BEYOND 150, FTMD ITB bersama YSF berupaya membangun sinergi antara pendidikan pascasarjana, pengembangan riset, dukungan beasiswa, dan kolaborasi industri. Program ini diharapkan dapat membantu melahirkan talenta unggul, memperluas dampak penelitian, serta memperkuat kontribusi FTMD ITB dan ITB dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri nasional sekaligus mendukung pencapaian target universitas di tingkat global.

#SDG4 #SDG9 #SDG17