Orasi Ilmiah Prof. Rachman Setiawan Bahas “Perancangan Teknik dalam Kerangka Siklus Hidup Produk Rekayasa”
BANDUNG, ftmd.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Orasi Ilmiah Prof. Ir. Rachman Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., dari Kelompok Keahlian Perancangan Teknik dan Produksi. Dengan judul orasi, “Perancangan Teknik dalam Kerangka Siklus Hidup Produk Rekayasa”, kegiatan berlangsung pada Sabtu (12/9) di Aula Barat ITB, Kampus Ganesha.
Dalam orasinya, Prof. Rachman menjelaskan bahwa perancangan teknik merupakan proses menghasilkan rancangan sistem, proses, produk, atau komponen dengan memanfaatkan ilmu sains, matematika, dan teknik untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Menurutnya, proses tersebut perlu dipandang secara menyeluruh karena sebuah produk rekayasa memiliki perjalanan yang panjang, mulai dari perencanaan hingga akhir masa penggunaannya.
Salah satu pendekatan yang dikembangkan Prof. Rachman adalah metodologi optimasi perancangan berbasis pengetahuan. Pendekatan ini memanfaatkan data dari simulasi dan pengujian yang kemudian dimodelkan menggunakan surrogate model serta metode Artificial Neural Network. Pengembangannya telah diterapkan dalam berbagai bidang, antara lain material komposit, sistem pengereman, crashworthiness kereta, penyerap impak baterai, hingga turbin.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, pendekatan tersebut juga terus dikembangkan melalui Explainable Machine Learning dan Generative Design untuk mendukung proses perancangan yang berbasis data.
Perancangan dalam Kerangka Asset Life Cycle
Dalam orasinya, Prof. Rachman juga memperkenalkan konsep Asset Life Cycle, yaitu cara pandang yang menempatkan produk atau komponen rekayasa sebagai aset yang diharapkan memberikan nilai, baik dalam bentuk pendapatan, keselamatan, kepedulian lingkungan, maupun kenyamanan.
Siklus tersebut mencakup:
Plan → Design → Develop/Procure → Operate → Maintain → Modify → Dispose → Strategy
Melalui pendekatan ini, keputusan pada tahap perancangan tidak hanya mempertimbangkan bagaimana suatu produk dibuat, tetapi juga bagaimana produk tersebut digunakan, dipelihara, diperpanjang masa pakainya, hingga mencapai akhir umur teknis.
Konsep tersebut telah diterapkan Prof. Rachman dalam berbagai sektor. Di bidang energi dan migas, antara lain melalui kegiatan perancangan dan pendampingan fasilitas geothermal serta pembangunan pipeline. Di sektor pertambangan dan pemrosesan mineral, penerapannya mencakup pengembangan bucket wheel dredger dan teknologi coal upgrading. Sementara dalam manufaktur dan transportasi, kegiatan meliputi pengembangan Metro Kapsul, material struktur kereta, rem komposit, gear case, hingga optimalisasi sistem pemeliharaan sarana perkeretaapian.
Prof. Rachman menekankan bahwa upaya memperpanjang masa pakai suatu aset tetap harus mempertahankan aspek keselamatan dan keandalan.
“Ketika kita ingin memperpanjang life cycle, maka kita harus memastikan keselamatan dan keandalan tidak bisa dikorbankan. Kita melakukan dengan pengkajian dan pengujian yang komprehensif.” jelasnya
Keselamatan dan Keandalan sebagai Bagian dari Perancangan
Aspek keselamatan menjadi salah satu bagian penting dalam perancangan teknik. Prof. Rachman menjelaskan penerapan sistem keselamatan pasif melalui teknologi crashworthiness yang bertujuan mengurangi konsekuensi ketika kecelakaan terjadi.
Dalam bidang perkeretaapian, beliau terlibat dalam perumusan SNI 8826 yang mengacu pada BS EN 15227. Prinsip yang diperhatikan mencakup penggunaan anticlimber untuk mencegah overriding, struktur penyerap impak, serta struktur area penumpang yang kokoh.
Selain keselamatan, keandalan juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan aset. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengembangan strategi pemeliharaan berbasis Reliability Centered Maintenance II (RCM II) dengan pendekatan optimasi multiobjektif. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan keandalan sekaligus mengendalikan biaya pemeliharaan.
“Kita harus bisa mengoptimumkan sehingga tidak saling mengorbankan.”
Pada aset kritis, pendekatan tersebut juga dikembangkan melalui konsep Equipment Health Score (EHS) bersama PT Pertamina Patra Niaga. EHS digunakan untuk merepresentasikan kondisi kesehatan atau tingkat degradasi suatu peralatan dan dapat dikembangkan lebih lanjut menuju konsep Asset Readiness.
Menghubungkan Pendidikan dengan Kebutuhan Industri
Gagasan mengenai siklus hidup aset juga diterapkan dalam pendidikan melalui Magister Profesional Operasi dan Pemeliharaan di FTMD, yang dikembangkan bersama mitra seperti PT Kereta Api Indonesia, PLN, dan Komatsu.
Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan melalui tesis atau proyek magister. Kurikulumnya mencakup metodologi penelitian, analitika data, optimasi operasi, keandalan, perawatan dan inspeksi sistem mekanikal, serta manajemen aset berbasis risiko.
Pengembangan pendidikan tersebut sejalan dengan jejaring kolaborasi Prof. Rachman yang mencakup lebih dari 80 institusi dalam dan luar negeri, di antaranya Komatsu, PT KAI, PT INKA, KTH Royal Institute of Technology, University of Nottingham, Cranfield University, Southwest Jiaotong University, BKSTM, dan Badan Standardisasi Nasional.
Dedikasi dalam Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Keilmuan
Sepanjang kiprahnya, Prof. Rachman telah mengampu 11 mata kuliah S1 dan 5 mata kuliah S2, memimpin penelitian yang didanai ITB, dalam negeri, maupun luar negeri, serta menghasilkan 1 paten, 40 publikasi internasional, dan 25 publikasi nasional.
Dalam pembimbingan, beliau telah mendampingi 103 lulusan S1, 47 lulusan S2, 2 lulusan S3, dan 40 lulusan Profesi Insinyur. Selain itu, Prof. Rachman juga pernah menerima penghargaan Satya Lancana Karya Satya X Tahun dan Best Paper Award pada Journal of Science and Technology tahun 2011.
Menutup orasi ilmiahnya, Prof. Rachman menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan akademik dan profesionalnya, baik dari lingkungan kampus, institusi dalam dan luar negeri, maupun keluarga tercinta. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan kode kehormatan.
Melalui orasi ilmiah ini, pemikiran dan pengalaman Prof. Rachman diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, serta kemajuan industri. Semangat menghadirkan solusi rekayasa yang mengedepankan keselamatan, keandalan, dan keberlanjutan juga diharapkan dapat menginspirasi generasi penerus untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi almamater, masyarakat, dan bangsa.