Bandung, Mei 2026 — Semangat internasionalisasi pendidikan doktoral di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB kembali menunjukkan perkembangan membanggakan. Salah satu mahasiswa Program Doktor Ilmu dan Teknik Material, Gema Sukmawati Suryadi, kini tengah menjalani program Double Degree antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan University of Tsukuba, Jepang. Program ini merupakan bagian dari Doctoral Scholarship Program melalui Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2025.

Setelah menyelesaikan tahap awal studi doktoral dan proposal riset di ITB, Gema resmi memulai fase riset internasional di University of Tsukuba sejak April 2026. Program Double Degree ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi akademik internasional antara FTMD ITB dan University of Tsukuba dalam bidang materials science and enginering.

“Saya sangat bersyukur dapat menjalani program Double Degree ini. Pengalaman belajar dan melakukan riset di Jepang memberikan perspektif baru dalam penelitian material fungsional, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas,” ujar Gema.

Di ITB, Gema dibimbing oleh Arie Wibowo, S.Si., M.Si., Ph.D. sebagai promotor utama, sementara di University of Tsukuba penelitian dilakukan di bawah supervisi Prof. Yohei Yamamoto pada bidang Materials Innovation.

Fokus Riset: Pengembangan Biomaterial Fungsional untuk Aplikasi Hair Growth

Penelitian doktoral yang sedang dijalankan Gema berfokus pada pengembangan biomaterial fungsional berbasis bio-polimer untuk aplikasi hair growth dan biomedical materials. Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan material alami seperti keratin untuk menghasilkan material inovatif yang memiliki potensi dalam mendukung regenerasi dan kesehatan folikel rambut.

Melalui pendekatan materials science dan biomaterials engineering, riset ini mengintegrasikan pengembangan material ramah lingkungan, rekayasa struktur material, serta karakterisasi sifat fungsional untuk aplikasi kesehatan dan terapi masa depan.

Topik penelitian tersebut sejalan dengan tren global dalam pengembangan sustainable biomaterials dan advanced functional materials yang saat ini menjadi perhatian berbagai institusi riset internasional.

Pengalaman Riset Internasional dan Adaptasi Akademik

Sejak berada di Jepang, Gema aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan penelitian di Yamamoto-Kushida Laboratory, Graduate School of Science and Technology, University of Tsukuba. Selain melakukan eksperimen laboratorium, ia juga mulai beradaptasi dengan budaya riset di Jepang melalui kegiatan rutin laboratorium, diskusi kelompok riset, seminar internal laboratorium, serta interaksi akademik bersama mahasiswa dan peneliti internasional di lingkungan kampus.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam studi doktoral internasional bukan hanya pada aspek akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan budaya riset dan lingkungan kerja yang berbeda.

“Belajar di lingkungan riset internasional mengajarkan saya tentang disiplin, integritas ilmiah, dan pentingnya kolaborasi multidisiplin. Saya juga belajar bagaimana menjembatani riset fundamental dengan kebutuhan aplikasi nyata di masa depan,” jelasnya.

Gema menambahkan bahwa pengalaman cross-cultural learning menjadi salah satu nilai penting dalam program Double Degree.

“Program ini bukan sekadar mobilitas akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter peneliti global yang mampu bekerja secara kolaboratif dan adaptif di lingkungan internasional,” tambahnya.

Privilege Mahasiswa ITB dan Dukungan Internasionalisasi

Sebagai mahasiswa FTMD ITB, Gema merasakan dukungan kuat dalam pengembangan karier akademik internasional. Akses terhadap jejaring riset global, bimbingan dari dosen, fasilitas laboratorium, hingga dukungan administratif untuk kegiatan internasional menjadi faktor penting dalam mendukung studi doktoralnya.

“ITB memberikan lingkungan akademik yang sangat mendukung untuk berkembang sebagai peneliti. Saya merasa mendapat banyak kesempatan untuk terlibat dalam riset internasional dan membangun jejaring akademik global,” ungkapnya.

Melalui program Double Degree ITB–University of Tsukuba ini, Gema berharap dapat menjadi bagian dari penguatan kolaborasi riset antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang material fungsional dan biomaterial berkelanjutan.

“Saya berharap pengalaman dan penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi material di Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk berkiprah di tingkat global,” tutupnya.

Profil Singkat

  • Nama: Gema Sukmawati Suryadi
  • Institusi asal: Politeknik Negeri Media Kreatif
  • NIM: 33725002
  • Program Double Degree: Program Studi Doktor Ilmu dan Teknik Material, FTMD ITB – Doctoral Program in Materials Innovation, University of Tsukuba
  • Promotor Utama ITB: Arie Wibowo, S.Si., M.Si., Ph.D.
  • Promotor University of Tsukuba: Prof. Yohei Yamamoto
  • Topik Penelitian: Pengembangan Biomaterial Fungsional Berbasis Bio-Polimer untuk Aplikasi Hair Growth
  • Periode Double Degree: April 2026 – Maret 2028
  • Output yang Diharapkan: Publikasi ilmiah internasional dan pengembangan biomaterial inovatif untuk aplikasi kesehatan dan material fungsional berkelanjutan