Yogyakarta – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kunjungan studi banding ke Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FTMD untuk memperoleh referensi mengenai pengelolaan kelompok bidang keahlian, pusat studi, kegiatan riset, serta pengembangan jejaring kolaborasi akademik dan industri.

Rombongan FTMD ITB terdiri atas Kepala Pusat Penelitian Energi Baru dan Terbarukan (PPEBT), Prof. Dr. Ir. Ari Darmawan Pasek, Ph.D., bersama dengan Dr.Eng. Ir. Firman Bagja Juangsa, S.T., M.Eng., Dr.Eng. Gea Fardias Mu’min, S.T., M.T., Dr.Eng. Achmad Rofi Irsyad, S.T., M.Eng., Ilman Nuran Zaini, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Adrian Rizqi Irhamna, S.T., M.T.  Kunjungan mencakup diskusi dengan Pusat Studi Energi (PSE) UGM serta Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Energi DTMI UGM.

Belajar dari Pengelolaan Pusat Studi Energi (PSE) UGM

Sesi pertama dilaksanakan bersama PSE UGM. Rombongan FTMD diterima oleh Kepala PSE UGM, Prof. Ir. Sarjiya, S.T., MT., Ph.D., IPU beserta jajaran dan tenaga ahli PSE. Diskusi membahas pengalaman PSE dalam mengelola kegiatan penelitian dan kajian, termasuk struktur organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, administrasi, serta pelaksanaan proyek bersama mitra eksternal.

PSE UGM memiliki cakupan kegiatan yang bersifat multidisiplin dengan melibatkan tenaga ahli dari berbagai bidang. Pendekatan tersebut memungkinkan PSE mengakomodasi kebutuhan penelitian dan kajian yang tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga dapat mencakup aspek ekonomi, kebijakan, sosial, dan lingkungan.

Pengalaman PSE dalam membangun jejaring tenaga ahli dan mengelola proyek menjadi salah satu referensi bagi FTMD dan PPEBT ITB dalam melihat peluang penguatan tata kelola kegiatan riset serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra.

Diskusi Pengelolaan Kelompok Bidang Keahlian (KBK) dan Research Group

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke KBK Energi DTMI UGM. Dalam sesi ini, dibahas pengelolaan bidang keahlian dan kelompok penelitian, termasuk pemetaan kepakaran dosen berdasarkan latar belakang pendidikan, body of knowledge, serta fokus penelitian.

KBK Energi UGM memiliki bidang kepakaran yang mencakup antara lain perpindahan panas dan massa, mekanika fluida dua fasa, refrigerasi dan HVAC, Computational Fluid Dynamics (CFD), konversi energi, geothermal engineering, pembakaran, serta energi angin.

Diskusi juga menyoroti peran research group dalam membangun kolaborasi penelitian. Kelompok penelitian menjadi wadah bagi dosen dengan kepakaran yang beragam untuk menyusun research roadmap, mengembangkan penelitian bersama, serta menjalin kerja sama dengan mitra industri maupun institusi internasional.

Selain diskusi, rombongan FTMD berkesempatan melihat sejumlah fasilitas penelitian di Laboratorium Perpindahan Panas dan Massa, termasuk fasilitas penelitian hidrogen, high-speed camera, Particle Image Velocimetry (PIV), serta fasilitas pengukuran dan analisis aliran.

Membuka Peluang Kolaborasi Energi Tingkat Asia

Studi banding juga menjadi momentum untuk membahas peluang penguatan jejaring internasional di bidang energi dan thermal-fluid engineering. Berdasarkan pemaparan tim FTMD, terdapat dua peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, yaitu penyelenggaraan 39th International Symposium on Transport Phenomena (ISTP-39) pada 2029 di Indonesia serta penguatan keterlibatan Indonesia dalam Asian Union of Thermal Science and Engineering (AUTSE).

Pembahasan tersebut turut didukung oleh jejaring alumni bidang Mechanical Engineering dari Science Tokyo yang tersebar di berbagai institusi di Indonesia. Jejaring tersebut menjadi salah satu potensi untuk memperkuat hubungan akademik dan membuka peluang kolaborasi riset Indonesia di tingkat internasional.

Menjadi Referensi Pengembangan Riset FTMD

Kunjungan studi banding FTMD ITB ke DTMI UGM memberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pusat studi, kelompok bidang keahlian, research group, fasilitas penelitian, serta jejaring kolaborasi.

Melalui kegiatan ini, FTMD ITB beserta PPEBT ITB memperoleh berbagai referensi yang dapat menjadi bahan pengembangan tata kelola riset dan penguatan kolaborasi akademik. Selain memperkuat hubungan antarinstitusi, kegiatan tersebut juga membuka peluang pengembangan jejaring penelitian dan kegiatan ilmiah di bidang energi, thermal-fluid engineering, serta bidang teknik mesin lainnya, baik di tingkat nasional maupun Asia.