International University Exchange Programme
Sekilas tentang perjalanan mewakili Teknik Mesin dalam International University Exchange Programme For Young Engineers 2009 di Toyohashi University of Technology, Jepang.
International University Exchange Programme For Young Engineers merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Toyohashi University of Technology (TUT) dan Institut Teknologi Bandung. Diskusi, seminar, dan interaksi antar mahasiswa dari berbagai jurusan dan negara terjadi dalam event tahunan ini.
Untuk tahun 2009, penyelenggaraan acara ini dilaksanakan oleh Toyohashi University of Technology yang bertempat di Toyohashi, Jepang. Pesertanya berasal dari Toyohashi University of Technology, Institut Teknologi Bandung, Vietnam National University, dan Madania Progressive Indonesian School. Tema acara kali ini adalah “Possibilities of ICT (Information and Communication Technology) for the environmental problems”.
Sesuai tema gelaran kali ini, pihak ITB mengirimkan 6 wakil mahasiswa terdiri dari Angga Wiranata (Teknik Mesin), David Samuel (Teknik Informatika), Pramudita Satria Palar (Teknik Penerbangan), Dissa Samatha (Teknik Lingkungan), Fithro Rizki (Teknik Lingkungan), dan Dominikus Damas Putranto (Teknik Informatika). Ke-6 mahasiswa itu juga ditemani oleh 3 orang dosen yaitu Pak Sandro Mihradi (Dosen FTMD), Ibu Tricya Widagdo (Dosen STEI), dan Ibu Mindriany Syafila (Dosen FTSL).
Kegiatan-kegiatan selama acara tersebut antara lain seminar “Information and Communication Technology for the environment, by the environment, with the environment” oleh Prof. Yoshiteru Ishida, “Japanese cases to establish the Sound Material-Cycle Society” oleh Assc. Prof. Naohiro Goto, dan “Moral responsibility in the era of computers and new technologies” oleh Assc. Prof. Rafael Batres. Diskusi juga dilakukan tiap-tiap kelompok mengenai berbagai macam topic, seperti energy, climate change, global warming, bio diversity, sustainable society, dan water pollution. Tiap kelompok terdiri dari berbagai macam mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang berbeda serta berasal dari negara yang berbeda. Selain diharapkan untuk dapat mempelajari masalah-masalah lingkungan di tiap negara, diharapkan juga terjadi pertukaran kebudayaan antar mahasiswa di dalam satu grup pada khususnya.
Kegiatan ini memberi dampak yang sangat positif bagi para pesertanya khususnya pada saya. Ini merupakan pengalaman yang tidak ternilai dan membukakan mata saya terhadap dunia luar. Dengan mengikuti program ini, saya dapat memperluas wawasan dan menambah teman serta koneksi dari berbagai belahan negara di Asia.
Tidak dapat dipungkiri, Jepang sebagai negara yang maju dalam berbagai aspek kehidupan, telah membuat saya terpesona. Terpesona akan keramah tamahan penduduknya, kebersihan kotanya, kemajuan teknologinya, sangat aman, mass transportation yang begitu banyak dan sangat mudah untuk diakses, tidak ada kemacetan, udaranya sangat bersih, penduduknya yang patuh terhadap aturan, disiplin waktu, tata kota yang baik, sangat erat menjaga kebudayaannya, dan masih banyak lagi hal yang membius setiap pendatang baru di Jepang termasuk saya.
Jika ditilik dari sisi keilmuan dan universitas di sana, saya dibuat tercengang dengan berbagai macam penelitian yang dilakukan. Di sela-sela kegiatan, peserta program diajak mengitari kampus TUT dan mengunjungi berbagai lab di sana. Kami diajak mengunjungi lab Electronic Engineering yang khusus membuat microchip dengan berbagai macam peralatan sangat modern. Belum lagi mengunjungi lab arsitek, penggunaan printer 3D sudah sangat jamak disana. Penggunaan teknologi sudah sangat lekat dengan para mahasiswa, sehingga mereka tidak asing lagi.
Semoga di lain kesempatan, semakin banyak mahasiswa dari FTMD umumnya dan Teknik Mesin khususnya dapat mengikuti program ini, sehingga dapat menambah wawasan mengenai negara dengan teknologi yang maju. Terima kasih untuk Bapak Andi Isra Mahyuddin selaku Dekan FTMD dan Bapak Hari Muhammad selaku Wakil Dekan Bidang Akademik yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mewakili Teknik Mesin mengikuti program ini dan Bapak Ign. Pulung Nurprasetio serta Bapak Sandro Mihradi atas bimbingannya dalam mengikuti program ini. (Author Angga Wiranata)