FTMD ITB Gelar Kuliah Tamu Bahas Transformasi Keimigrasian dan Pemanfaatan Teknologi UAV
BANDUNG, ftmd.itb.ac.id – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Kuliah Tamu “Menjaga Pintu, Melayani Rakyat: Penyelenggaraan dan Transformasi Fungsi Keimigrasian” di CRCS Lantai 3, ITB Kampus Ganesha. Kegiatan ini menjadi forum untuk membahas transformasi fungsi keimigrasian sekaligus memperkenalkan peran teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam mendukung pengawasan wilayah perbatasan dan penanggulangan bencana di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Hendarsam Marantoko, berhalangan hadir dan materi mengenai penyelenggaraan serta transformasi fungsi keimigrasian disampaikan oleh perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Dari FTMD ITB, kegiatan menghadirkan Dr.-Ing. Ir. Mochammad Agoes Moelyadi, S.T., M.Sc. dan Dr. Ir. Yazdi Ibrahim Jenie, S.T., M.T. sebagai narasumber. Agoes Moelyadi membawakan materi “Kontribusi ITB dalam Implementasi Sistem UAV Terintegrasi untuk Pengawasan dan Kesadaran Situasional pada Wilayah Perbatasan Indonesia”, sedangkan Yazdi Ibrahim Jenie menyampaikan materi “Teknologi UAV dalam Kebencanaan: Menuju Kemandirian Penanggulangan Bencana di Indonesia.”
Melalui kedua materi tersebut, FTMD ITB memperkenalkan pemanfaatan teknologi UAV dalam mendukung kebutuhan di lapangan, mulai dari pengawasan wilayah hingga penanggulangan kebencanaan. Pembahasan ini menunjukkan keterkaitan antara pengembangan teknologi dirgantara dengan kebutuhan pelayanan publik dan pengawasan wilayah Indonesia.
Kehadiran perspektif pemerintah dan akademisi dalam satu forum memberikan ruang untuk melihat keterkaitan antara kebutuhan di lapangan dengan pengembangan teknologi. Bagi FTMD ITB, pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan hasil riset dan keahlian di bidang teknologi UAV untuk menjawab kebutuhan nasional.
Melalui kegiatan ini, FTMD ITB terus mendorong pemanfaatan teknologi dirgantara yang tidak hanya berkembang dalam konteks penelitian, tetapi juga dapat berkontribusi pada pelayanan publik, pengawasan wilayah, serta penanggulangan bencana. Kuliah tamu ini sekaligus menjadi ruang dialog antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membahas pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.