Satu lagi kegiatan workshop internasional diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Dies Emas ITB. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara bekerjasama dengan AUN/SEED-Net (ASEAN University Network/ Southeast Asia Engineering Education Development – Network) menyelenggarakan The 1st AUN/SEED-Net Regional Workshop on New and Renewable Energy dengan dukungan ASEAN Foundation dan JICA (Japan International Cooperation Agency).

Workshop yang diselenggarakan tanggal 12-13 Maret 2009 di Aula Timur ini, dibuka secara resmi oleh Prof. Djoko Santoso, Rektor ITB dan diisi dengan presentasi serta diskusi hasil penelitian di bidang New and Renewable Energy, baik penelitan yang dilaksanakan oleh sektor pemerintah, industri, instansi dan berbagai universitas di negara ASEAN dan Jepang. Disamping 59 makalah yang memuat hasil penelitian dalam bidang biofuel, bio energy, solar energy, wind energy, hydro power, clean energy technology dan energy policy, hadir pula beberapa pembicara sebagai invited speaker, diantaranya: Dr. Dadan Kusdiana dari Direktorat LPE ESDM Republik Indonesia, Ir. Andika Prastawa M.Sc dari Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan Dr. Tri Haryo Soesilo dari Rekayasa Industri, serta beberapa professor dari universitas terkemuka di Jepang. Workshop ini diikuti oleh 141 orang peserta dari 23 universitas di ASEAN dan Jepang serta kalangan industri dan instansi pemerintah Indonesia.

Bidang New and Renewable Energy ini diperkenalkan pada Phase II Program AUN/SEED-Net, dimana ITB dipercaya sebagai Main Facilitating Institution, adalah salah satu tema penelitian yang akan berkontribusi bagi penyelesaian masalah regional di Asia Tenggara. Dalam sambutannya, Dr. Filemon A. Uriarte Jr, Executive Director ASEAN Foundation, mengharapkan agar disamping mengembangkan penelitian untuk negara masing-masing, para peneliti hendaknya juga melakukan kerjasama penelitian untuk ASEAN. Sebagai kelanjutan workshop ini, The 2nd AUN/SEED-Net Regional Workshop on New and Renewable Energy akan diselenggarakan di Burapha University, Thailand pada awal tahun 2010. (SP).

We had a good time for exchanging not only information on energy technology  but also friendship”

-Prof. Haruki Sato, Keio University-