BANDUNG, ftmd.itb.ac.id — Ikatan Alumni (IA) Muslim Mesin ITB Angkatan 1990 menyerahkan hasil renovasi Musala Gedung Kuliah Umum (GKU) Barat kepada Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam kegiatan serah terima yang berlangsung pada Jumat (14/8/2026) di GKU Barat, ITB Kampus Ganesha. Renovasi ini menjadi bentuk kontribusi alumni Teknik Mesin ITB dalam mendukung tersedianya fasilitas ibadah yang lebih nyaman bagi mahasiswa dan sivitas akademika.

Perwakilan IA Muslim Mesin ITB 1990, Achmad Rizal, menyampaikan bahwa renovasi musala merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap almamater sekaligus upaya menghadirkan ruang ibadah yang lebih nyaman, bersih, dan tenang.

Achmad Rizal, perwakilan dari IA Muslim Mesin ITB 1990 (Dok. itb.ac.id)

“Pembaharuan musala ini merupakan bentuk kontribusi alumni kepada kampus ITB agar mahasiswa dapat beribadah dengan lebih khusyuk, nyaman, dan tenang,” ujar Achmad.

Musala GKU memiliki kedekatan historis dengan para alumni, khususnya alumni Teknik Mesin. Sejak masa perkuliahan, musala tersebut telah menjadi salah satu fasilitas ibadah yang kerap digunakan. Namun, setelah kurang lebih 30–35 tahun, kondisi musala dinilai membutuhkan pembaruan agar dapat menunjang kebutuhan pengguna dengan lebih baik.

Inisiatif renovasi tersebut bermula dari rangkaian reuni 35 tahun alumni Teknik Mesin ITB Angkatan 1990. Para alumni kemudian secara bersama-sama menggalang dana untuk mendukung pembenahan musala. Proses perancangan dipercayakan kepada Doddy Samiaji, alumni Arsitektur ITB Angkatan 1990, bersama tim dari biro arsitektur HDA + AIM.

Hadirkan Fasilitas Ibadah yang Lebih Nyaman

Renovasi dirancang dengan memperhatikan aspek kenyamanan, pencahayaan, sirkulasi udara, serta kemudahan perawatan, dengan tetap mempertahankan karakter arsitektur bangunan GKU.

Salah satu pembaruan dilakukan melalui pemanfaatan material transparan seperti glass block dan peningkatan ventilasi untuk menciptakan ruang yang lebih terang, kering, dan tidak pengap.

Fasilitas Musala (Dok. itb.ac.id)

Fasilitas wudu juga mengalami pembaruan. Sebelumnya, area wudu perempuan berada di luar musala sehingga kurang memberikan privasi bagi pengguna. Kini, fasilitas wudu ditempatkan di dalam area musala dengan pemisahan yang lebih jelas antara area laki-laki dan perempuan.

Penataan ruang turut dilengkapi dengan area duduk serta tempat penyimpanan sepatu dan sandal yang lebih tertata. Dengan pembaruan tersebut, musala diperkirakan dapat menampung hingga sekitar 30 orang dalam kondisi penuh.

Posisi depan Musala di GKU Barat (Dok. itb.ac.id)

Proses perancangan dan renovasi dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan alumni dan mahasiswa ITB serta tim dari Universitas Indonesia (UI).

Terbuka bagi Seluruh Sivitas Akademika

Achmad menegaskan bahwa Musala GKU Barat diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa dan sivitas akademika yang beraktivitas di kawasan GKU, bukan hanya mahasiswa Teknik Mesin.

“Musala ini bukan hanya untuk alumni atau mahasiswa Teknik Mesin. Kami berharap seluruh mahasiswa dan sivitas akademika yang berkegiatan di GKU dapat memanfaatkannya dengan nyaman,” tuturnya.

Renovasi Musala GKU Barat diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika sekaligus menjadi bagian dari kontribusi alumni dalam mendukung peningkatan fasilitas umum di lingkungan ITB.

Melalui kolaborasi antara alumni dan ITB, pembaruan fasilitas ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian alumni Teknik Mesin terhadap almamater serta kenyamanan sivitas akademika dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.