Ir. Ekavianty Prajatelistia Dorong Riset Biomaterial Berkelanjutan melalui ICEEB 2026 di Korea Selatan
Seoul, Korea Selatan – Pengembangan riset biomaterial terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan di bidang kesehatan sekaligus mendukung inovasi teknologi yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus keikutsertaan Ir. Ekavianty Prajatelistia, S.T, M.S.Eng., Ph.D. dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam 15th International Conference on Environment, Energy and Biotechnology (ICEEB 2026) yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 17–19 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mendiseminasikan riset biomaterial FTMD ITB di forum internasional. ICEEB 2026 diselenggarakan oleh University of Seoul dan turut didukung oleh Jeju National University serta Jeju Green Environment Center. Konferensi ini mempertemukan akademisi dan praktisi dari berbagai bidang yang berkaitan dengan lingkungan, energi, dan bioteknologi untuk bertukar pengetahuan, hasil penelitian, serta peluang pengembangan kolaborasi.
Dalam ICEEB 2026, Dr. Ekavianty mempresentasikan riset berjudul “Bio-Functionalized GO/ZrO₂ Coatings for Enhanced Stability of Biodegradable Magnesium Implants: Influence of Curing Temperature on Hardness and Tribological Performance.” Penelitian tersebut membahas pengembangan pelapis berbasis graphene oxide (GO) dan zirkonia (ZrO₂) pada material magnesium AZ31 sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan performa material implan yang dapat terurai secara biologis.
Tim Peneliti
Penelitian ini merupakan kolaborasi institusi yang dilakukan oleh Ekavianty Prajatelistia, Ph.D. bersama tim peneliti yang terdiri atas Fadhilla Layalia Zahlevi, mahasiswa magister FTMD ITB, serta Oka Pradipta Arjasa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tim mengembangkan penelitian mengenai pelapisan berbasis GO/ZrO₂ pada magnesium AZ31 untuk meningkatkan karakteristik material yang berpotensi digunakan dalam aplikasi implan.
Magnesium AZ31 dipilih sebagai material substrat karena memiliki karakteristik yang mendukung pengembangan material implan, termasuk modulus elastisitas yang mendekati tulang kortikal dan sifat biodegradable. Sementara itu, pelapisan GO/ZrO₂ dikembangkan untuk meningkatkan karakteristik permukaan material, termasuk kekerasan, ketahanan korosi, dan performa tribologis.
Temuan Utama Penelitian
Salah satu tantangan utama dalam penggunaan magnesium sebagai material implan adalah laju korosi yang relatif tinggi dan ketahanan aus yang masih rendah. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini memanfaatkan kombinasi ZrO₂ yang berperan dalam meningkatkan kekerasan dan graphene oxide (GO) yang memberikan karakteristik pelumasan (solid lubrication) pada permukaan material.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur curing memberikan pengaruh terhadap karakteristik dan performa lapisan GO/ZrO₂ pada magnesium AZ31. Beberapa temuan utama penelitian meliputi:
- Curing pada 50°C: Temperatur ini mampu mempertahankan struktur GO dengan lebih baik sehingga menghasilkan karakteristik pelumasan yang optimal. Lapisan menunjukkan koefisien gesek (coefficient of friction/CoF) sekitar 0,184 dan memberikan performa ketahanan aus terbaik.
- Curing pada 250°C: Temperatur yang lebih tinggi meningkatkan kekerasan mekanis material hingga 79,4 HV. Namun, temperatur tinggi juga menyebabkan reduksi GO menjadi rGO yang berkontribusi terhadap sifat lapisan yang lebih getas serta meningkatkan risiko keretakan dan delamination.
- Aktivitas biologis: Lapisan berbasis GO juga menunjukkan efektivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan zona hambat yang dilaporkan mencapai 0,32 mm.
Kontribusi Terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
Keikutsertaan dan riset yang dipaparkan oleh Ekavianty Prajatelistia, Ph.D. mendukung tiga poin utama Sustainable Development Goals (SDGs) PBB:
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
Pengembangan biomaterial implan yang lebih aman, tahan lama, dan biodegradable meningkatkan kualitas hidup pasien yang membutuhkan rekonstruksi tulang atau penggantian sendi panggul.
Inovasi teknologi rekayasa permukaan (surface coating) berbasis material maju (Graphene Oxide dan Zirconia) mendorong kemajuan riset biomedis global.
Penggunaan substrat Magnesium yang dapat meluruh secara alami mengurangi limbah implan medis serta menekan prosedur medis berulang yang tidak perlu.
Selain mengikuti ICEEB 2026, Ekavianty juga mengunjungi Yeungnam University untuk memperpanjang Memorandum of Agreement (MoA) sekaligus mendiskusikan peluang kerja sama riset. Kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkuat jejaring akademik ITB dan Yeungnam University serta membuka peluang penelitian bersama dan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset dengan institusi mitra.
Keikutsertaan Dr. Ekavianty dalam ICEEB 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana riset biomaterial di FTMD ITB dapat dikembangkan dalam perspektif yang lebih luas, tidak hanya melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui kontribusinya terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Diseminasi hasil penelitian di forum internasional dan penguatan jejaring riset menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan teknologi yang memberikan manfaat bagi kesehatan, inovasi industri, serta keberlanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, FTMD ITB terus mendorong penguatan riset yang mampu menjawab kebutuhan nyata sekaligus memberikan kontribusi terhadap pencapaian SDG 3, SDG 9, SDG 12 melalui inovasi biomaterial, pengembangan teknologi, dan kolaborasi akademik internasional.