FTMD ITB Lakukan Benchmarking Tata Kelola Departemen melalui Kunjungan ke Teknik Mesin FTUI
DEPOK, ftmd.itb.ac.id – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kunjungan ke Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTM FTUI) pada Kamis (11/9/2026) di Kampus UI Depok. Kunjungan ini menjadi bagian dari benchmarking untuk memperoleh referensi mengenai tata kelola departemen, pengembangan kelompok riset, serta pengelolaan laboratorium dan unit pendukung kegiatan akademik.
Delegasi FTMD ITB terdiri atas Prof. Ir. Ari Darmawan Pasek, Ph.D., Dr. Eng. Ir. Firman Bagja Juangsa, S.T., M.Eng., Dr. Eng. Gea Fardias Mu’min, S.T., M.T., Dr. Eng. Achmad Rofi Irsyad, S.T., M.Eng., Ilman Nuran Zaini, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Dr. Adrian Rizqi Irhamna, S.T., M.T., Ph.D. Sementara itu, DTM FTUI diwakili oleh unsur pimpinan, guru besar, dan dosen dari berbagai bidang keilmuan.
Pertemuan diawali dengan pemaparan Dr.-Ing. Ridho Irwansyah, S.T., M.T. selaku Sekretaris Departemen Teknik Mesin FTUI mengenai struktur dan tata kelola departemen. Salah satu pembahasan utama adalah transformasi laboratorium pendidikan menjadi research group, sehingga laboratorium tidak hanya mendukung kegiatan praktikum, tetapi juga menjadi wadah penelitian yang produktif dengan luaran yang terukur.
Dalam sesi diskusi, delegasi FTMD ITB juga mempelajari mekanisme pembentukan dan penataan research group di DTM FTUI. DTM FTUI menjelaskan pembagian antara Research Center di tingkat fakultas dan Research Group di tingkat departemen, dengan penataan fokus riset untuk menghindari tumpang tindih antarunit. Pembahasan ini memberikan gambaran mengenai bagaimana struktur kelompok riset dapat disusun dan dikembangkan untuk mendukung kegiatan penelitian di lingkungan departemen.
Selain research group, pembahasan mencakup peran Kelompok Ilmu (KI) dan Dewan Guru Besar dalam mendukung operasional departemen. DTM FTUI memiliki tiga Kelompok Ilmu yang menjadi forum pengelolaan kegiatan akademik dan pemetaan riset. Sementara itu, Dewan Guru Besar berperan dalam proses pengusulan dan penilaian calon kenaikan jabatan akademik menuju Guru Besar.
Aspek lain yang dibahas adalah tata kelola unit P2M sebagai unit pendukung kegiatan dan kerja sama eksternal. Diskusi mencakup struktur organisasi, pengelolaan keuangan, mekanisme pengawasan, serta pengaturan kerja sama dengan pihak eksternal. P2M DTM FTUI dikelola dengan dukungan staf profesional dan sistem administrasi yang memungkinkan kegiatan berjalan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung kegiatan akademik di lingkungan departemen.
Usai sesi diskusi, delegasi FTMD ITB mengikuti lab tour ke laboratorium-laboratorium pada Kelompok Ilmu Konversi Energi DTM FTUI. Dalam kunjungan tersebut, delegasi mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan praktikum, topik penelitian, serta keterkaitan laboratorium dengan research group. Delegasi juga melihat berbagai fasilitas penelitian, termasuk peralatan uji skala laboratorium dan instalasi purwarupa hasil riset.
Kunjungan laboratorium turut memperlihatkan pola pengelolaan fasilitas yang digunakan secara bersama oleh beberapa dosen dengan fokus keilmuan yang berdekatan, sekaligus menjadi tempat kegiatan penelitian mahasiswa. Pola tersebut menunjukkan keterkaitan antara laboratorium, kegiatan riset, dan research group dalam mendukung aktivitas akademik departemen.
Selain menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai tata kelola departemen, kegiatan benchmarking ini juga menjadi momentum untuk membahas peluang penguatan jejaring akademik dan riset di bidang energi dan thermal-fluid engineering. Berdasarkan pembahasan yang berlangsung, terdapat dua peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, yaitu penyelenggaraan 39th International Symposium on Transport Phenomena (ISTP-39) pada 2029 di Indonesia serta penguatan keterlibatan Indonesia dalam Asian Union of Thermal Science and Engineering (AUTSE).
Peluang tersebut dapat menjadi ruang untuk memperluas kolaborasi akademik dan penelitian, sekaligus memperkuat jejaring FTMD ITB dan DTM FTUI dalam komunitas keilmuan di tingkat internasional. Melalui penyelenggaraan forum ilmiah dan keterlibatan dalam jejaring keilmuan tersebut, kedua institusi dapat membuka lebih banyak peluang pertukaran pengetahuan, kolaborasi riset, dan pengembangan kegiatan akademik bersama.
Melalui kunjungan ini, FTMD ITB tidak hanya memperoleh referensi mengenai praktik tata kelola departemen, pengembangan research group, dan pengelolaan laboratorium, tetapi juga membuka peluang penguatan kerja sama di bidang akademik dan riset. Hasil benchmarking tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan pertimbangan bagi FTMD dalam memperkuat tata kelola serta mengembangkan ekosistem riset dan jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional.